Murid Tak Dapat Lagi MBG Gegara Orang Tua Kritik Dapur SPPG di Medsos, DPRD Pesawaran Bertindak!

Sabtu, 24 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran, Rilis Publik– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penyelamat gizi anak sekolah justru berubah menjadi alat pembalasan dan hukuman yang kejam. Dua anak di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menjadi korban pemutusan sepihak bantuan MBG hanya karena orang tua mereka berani mengkritik buruknya pelayanan dapur melalui media sosial.

 

Fakta memalukan ini memicu kemarahan Wakil Ketua I DPRD Pesawaran, M. Nasir, bersama Komisi IV DPRD Pesawaran. Mereka turun langsung menemui kedua anak tersebut sekaligus menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG MBG Trimulyo, Rabu (21/1/2026).Hasil sidak DPRD membuka borok besar pengelolaan MBG. Di sekolah, DPRD menemukan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Salah satu temuan paling mencolok adalah buah salak dalam kondisi busuk yang tetap dibagikan kepada siswa. Lebih parah lagi, DPRD memastikan adanya tindakan diskriminatif terhadap dua anak tersebut akibat kritik orang tua mereka.

 

 

“Ini jelas balas dendam. Orang tuanya mengkritik, anaknya dihukum. Kalau merasa dirugikan, tempuh jalur hukum, bukan mengorbankan anak. Ini kejam dan tidak berperikemanusiaan,” tegas M. Nasir dengan nada keras.Nasir menyatakan kritik yang disampaikan orang tua siswa adalah bentuk kontrol sosial yang sah dan dijamin dalam demokrasi, bukan alasan untuk memutus hak anak atas makanan bergizi.“Ini tidak boleh dibiarkan. Berdosa kita semua kalau diam. Anak-anak ini korban kebiadaban sistem. Dari hasil kami turun langsung, jelas pemutusan MBG terjadi karena postingan orang tua yang mengungkap pelayanan buruk,” lanjutnya.

 

 

Komisi IV DPRD Pesawaran menilai pengelola dapur MBG Trimulyo telah bertindak sewenang-wenang, arogan, dan melampaui batas kewenangan.“Kami melihat potensi gangguan psikologis serius pada anak. Ada intimidasi terhadap orang tua, ada upaya menakut-nakuti dengan tafsir undang-undang yang ngawur. Ini bukan sekadar salah administrasi, ini sudah masuk ranah hukum,” kata Nasir.Atas tindakan tersebut, DPRD Pesawaran menyatakan sikap tegas tanpa kompromi. Dapur SPPG MBG Trimulyo diminta segera ditutup dan pengelolanya diganti.

Sumber: Faju Nusantara Grup.

Berita Terkait

Wakil Bupati Romli Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia
Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran
Sinergi Pemcam dan Masyarakat Sendangagung Sukseskan HUTRI ke-81 dengan Meriah
Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
Kapolres Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif
IMF Soroti Dugaan Penghalangan Kerja Wartawan di Lampung Utara, Minta Polisi Tegakkan UU Pers
Mendapat Perlakuan Penghalangan Kerja Wartawan, Sekjen KWIP Laporkan Pelaku Ke Polisi Lampura
Warga Sindangsari Gerebek IRT Kurung Oknum Polisi, Wartawan Mendapat Intimidasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24

Wakil Bupati Romli Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:40

Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:29

Sinergi Pemcam dan Masyarakat Sendangagung Sukseskan HUTRI ke-81 dengan Meriah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:03

Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:33

Kapolres Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Berita Terbaru