BOJONEGORO//Rilispublik – Profesionalisme PLN di wilayah Bojonegoro kini berada di titik nadir. Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, hingga Rabu (11/02/2026) dini hari, mengungkap bobroknya koordinasi internal dan lambannya respons darurat perusahaan pelat merah tersebut.
Warga setempat bukan hanya harus bersabar menahan gelap, namun juga dipaksa menelan alasan klasik yang dinilai tidak masuk akal untuk sekelas instansi penyedia layanan publik vital.
Ironi terjadi saat warga melakukan pengaduan langsung pada pukul 03.15 WIB. Berdasarkan informasi dari petugas keamanan (satpam) di lokasi, tim teknis sebenarnya sudah berada di sekitar titik gangguan. Namun, perbaikan gagal dilakukan hanya karena alasan sepele, pintu akses lokasi terkunci.
Kekonyolan berlanjut ketika petugas PLN yang berwenang menangani gangguan ini tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Salah satu warga harus menunggu hampir 60 menit tanpa hasil. Ketidakhadiran petugas gangguan ini membuat proses perbaikan lumpuh total dan warga menjadi korban ketidakpastian.
Nada kemarahan tak terbendung dari masyarakat Mojodeso yang merasa haknya sebagai pelanggan dizalimi.
”Ini bukan soal gangguan alam, ini soal profesionalisme! Masa perbaikan terhenti hanya karena pintu rumah dikunci ,dan ditunggu mau dimintakan izin tidak datang-datang hampir sejam? Ini sangat memuakkan,” ujar salah satu warga dengan nada tinggi.
Masyarakat menilai alasan akses terkunci adalah bukti lemahnya sistem mitigasi darurat PLN. Seharusnya, untuk lokasi vital kelistrikan, PLN memiliki prosedur koordinasi cepat (SOP) yang menjamin petugas teknis bisa masuk kapan saja saat kondisi darurat terjadi.
Kejadian di Mojodeso ini menjadi potret buruknya pelayanan PLN yang seolah menyepelekan kebutuhan dasar rakyat. Warga menuntut:
* Evaluasi Internal: Pencopotan atau sanksi tegas bagi petugas yang abai dalam koordinasi akses lokasi.
* Sistem Darurat 24 Jam: Memastikan akses ke lokasi vital tidak lagi dihambat oleh kendala birokrasi internal “pintu terkunci”.
– Kompensasi Pelayanan: PLN diminta tidak hanya rajin menagih, tapi juga sigap saat terjadi gangguan.
Hingga berita ini masuk kedereksi,aliran listrik di sebagian wilayah Mojodeso masih belum stabil, meninggalkan luka kekecewaan mendalam bagi pelanggan yang merasa pelayanan yang mereka bayar tidak sebanding dengan kinerja lapangan yang lamban.
[Ghuzali]










