Bandarlampung, Rilis Publik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung berencana meluncurkan Program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan pendidikan siswa sekaligus membantu meringankan pengeluaran keluarga untuk keperluan sekolah.
Program tersebut akan mulai diterapkan melalui uji coba pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Apabila pelaksanaannya berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, program serupa akan diperluas ke tingkat Sekolah Dasar (SD).
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan BOSDa disiapkan untuk melengkapi berbagai kebutuhan pendidikan siswa yang belum sepenuhnya tercakup dalam bantuan operasional sekolah yang selama ini diberikan pemerintah.
Dalam skema yang sedang dirancang, setiap siswa akan menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per tahun. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan belajar, seperti pengadaan buku pelajaran maupun perlengkapan sekolah lainnya.
“Karena satu anak mendapatkan Rp300.000. BOSDa ini untuk keperluan yang lain,” kata Eva Dwiana, Senin (01/06/2026)
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu siswa memperoleh sarana belajar yang lebih memadai sehingga proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
“Kalau ada bukunya kurang, buku pelajarannya kurang, nah bisa terpenuhi. Insya Allah,” ujarnya.
Eva menjelaskan, Pemkot Bandarlampung akan terlebih dahulu mengevaluasi efektivitas program pada tingkat SMP sebelum mengambil keputusan untuk memperluas cakupannya ke jenjang pendidikan lainnya.
Apabila hasil pelaksanaan BOSDa menunjukkan dampak positif terhadap kebutuhan belajar siswa, maka program tersebut akan dikembangkan untuk menjangkau siswa SD di seluruh wilayah Kota Bandarlampung.
“Kalau ini sampai berhasil, Insya Allah kami akan merambah lagi ke anak-anak SD. Dengan BOSDa ini, harapan kami fasilitas pendidikan siswa bisa lebih terpenuhi,” kata Eva.
Melalui program BOSDa, Pemkot Bandarlampung berharap dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan dasar siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dapat terpenuhi dengan lebih baik










