Pemprov Lampung Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

- Editor

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG (Rilis Publik): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi meluncurkan Toko Tapis, marketplace lokal yang diharapkan menjadi instrumen penguatan  ekonomi daerah, melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan dan pemberdayaan  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung.

 

Staf Ahli Bidang  Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Liza Derni mengatakan, transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan.”Daerah tidak boleh tertinggal, dan harus mampu memastikan kemajuan teknologi menjadi alat untuk memperkuat ekonomi rakyat, membuka akses pasar yang lebih luas, serta meningkatkan daya saing produk lokal,” kata Liza Derni, Kamis (25/6/2026).Menurutnya, peluncuran Toko Tapis dilakukan Pemprov Lampung bersama BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda), dan mitra platform digital MBizmarket.

 

Pemprov Lampung menilai, kehadiran Toko Tapis merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dan usaha lokal, terutama terkait keterbatasan akses pasar, promosi, pembiayaan, serta kemampuan beradaptasi dengan sistem perdagangan digital.”Saat ini, banyak produk unggulan Lampung memiliki kualitas dan karakteristik yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Namun produk-produk tersebut, masih membutuhkan saluran pemasaran yang kuat, terintegrasi, dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ujar Liza Derni.

 

Toko Tapis sendiri, bukan hanya sekadar platform perdagangan digital, tetapi juga etalase peradaban ekonomi lokal yang membawa identitas Lampung ke ruang yang lebih luas.Nama Toko Tapis sendiri, dipilih sebagai representasi identitas daerah. Tapis yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya Lampung, dinilai mencerminkan nilai ketekunan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Lampung, yang ingin diangkat melalui platform digital tersebut.Pemprov Lampung menargetkan marketplace ini menjadi wadah bersama yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, mengefisienkan proses transaksi, serta memperkuat ekosistem usaha daerah secara berkelanjutan.

 

 

Melalui platform tersebut, berbagai produk unggulan Lampung akan dipasarkan secara digital, mulai dari kerajinan, kain tapis, kuliner, kopi, hasil pertanian, produk olahan, produk fesyen, hingga karya  ekonomi kreatif yang dihasilkan generasi muda Lampung.Pemprov Lampung juga menekankan, peluncuran Toko Tapis tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, namun marketplace tersebut harus tumbuh menjadi platform yang dipercaya, dimanfaatkan secara luas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal.

Karena itu, Pemprov Lampung meminta pengelolaan Toko Tapis dilakukan secara profesional dengan sistem pembayaran yang aman, mekanisme transaksi yang jelas, layanan pengaduan yang responsif, serta dukungan pendampingan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan literasi digital.

Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor antara perangkat daerah, BUMD, perbankan, perguruan tinggi, komunitas digital, dan sektor swasta untuk memperkuat pengembangan marketplace tersebut, baik melalui pelatihan, pembiayaan, promosi, maupun dukungan logistik dan distribusi.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki menjelaskan, Toko Tapis merupakan salah satu ikhtiar BUMD untuk menghadirkan platform transaksi yang dapat dimanfaatkan perangkat daerah, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah. “Keberadaan marketplace lokal tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi belanja pemerintah, serta mendorong perputaran ekonomi agar lebih banyak memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat Lampung,” jelas Asep Muzaki.

Dengan hadirnya Toko Tapis, Pemprov Lampung berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas, memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru. Kemudian pada akhirnya, penguatan ekosistem ekonomi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Lampung di tingkat nasional. (***)

Berita Terkait

Mutasi Besar di Polda Lampung, 6 Kapolres dan Sejumlah Pejabat Utama Diganti
Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji
Ketua DPW Gibran Center Lampung Hadiri Penganugerahan Gelar Adat kepada Hi. Ir. Joko Widodo di Kedatun Keagungan Lampung
Pemprov Lampung Siapkan Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana
Duka Tak Kunjung Usai: Suami Tewas Diduga Akibat Kecelakaan Kerja, Anak Terancam Putus Sekolah, Ketua IMF Desak Tanggung Jawab Perusahaan dan Kehadiran Negara
Birokrasi Lambat, Pasien Sekarat: Pelayanan RS Abdul Moeloek Lampaui Batas Wajar Pemerintah!
Jaga Ekosistem Sungai Mesuji, Gubernur Mirza Tabur Benih Ikan
Kadisdikbud Thomas Amirico Tegaskan Daftar Ulang SMA/K Gratis

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:05 WIB

Mutasi Besar di Polda Lampung, 6 Kapolres dan Sejumlah Pejabat Utama Diganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:01 WIB

Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemprov Lampung Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:28 WIB

Ketua DPW Gibran Center Lampung Hadiri Penganugerahan Gelar Adat kepada Hi. Ir. Joko Widodo di Kedatun Keagungan Lampung

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Siapkan Beasiswa 1 Desa 1 Sarjana

Berita Terbaru