MUBA, Rilis Publik– Insiden pecahnya perforasi pada sumur minyak JRK 047 milik Pertamina di Desa Jirak memicu dampak lingkungan serius. Pada Kamis dini hari (12/2/2026), tim gabungan melakukan peninjauan lapangan di Dusun 4, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, guna memetakan kerusakan akibat luapan limbah tersebut.
Kronologi & Dampak Kerusakan
Peninjauan yang dimulai pukul 03:29 WIB ini dihadiri oleh pihak Humas dan Mandur Produksi Pertamina, serta warga terdampak. Berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan empat titik gelembung minyak yang muncul di area persawahan.
Dampak dari insiden ini dilaporkan cukup meluas:
-
Pemukiman: Setidaknya tiga rumah warga terpapar langsung oleh limbah minyak.
-
Lahan Pertanian: Dua kotak sawah milik Bapak Nardi dipastikan terdampak parah.
-
Ancaman Ekologis: Minyak yang meresap telah menutupi pori-pori tanah dan mengeraskan tekstur lahan, yang secara otomatis meracuni tanaman dan mematikan kesuburan tanah.
“Tanpa langkah remediasi (pemulihan) yang cepat dan tepat, lahan ini diprediksi tidak akan produktif kembali hingga puluhan tahun ke depan,” ungkap laporan teknis di lapangan.
Langkah Penanganan Saat Ini
Pihak Humas Pertamina telah melakukan langkah awal berupa:
-
Pengukuran Lahan: Melakukan pendataan luasan sawah milik Bapak Nardi yang terdampak.
-
Pemetaan Titik Kumpul: Meninjau pusat akumulasi minyak untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Meski pendataan telah dilakukan, Bapak Nardi dipastikan akan menghadapi gagal panen musim ini akibat kondisi tanah yang sudah terkontaminasi zat kimia minyak mentah. Warga berharap adanya kompensasi yang layak dan upaya pembersihan lahan (bioremediasi) secara menyeluruh agar mata pencaharian mereka tidak hilang permanen.









