PTBA Resmikan NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat

- Editor

Senin, 29 Juni 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur, Rilis Publik– PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, meresmikan NUSA (Nursery Mangrove Unggul Semai Adaptif) di Dusun Pulau Waru, Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.

 

Sustainable Community Development Section Head PTBA, Ajis Purnomo, mengatakan bahwa kehadiran NUSA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan.

 

“NUSA adalah pusat persemaian mangrove adaptif berbasis pemberdayaan masyarakat yang menghasilkan bibit mangrove berkualitas melalui metode SAM-SAKTI yang dalam prosesnya ini dipimpin oleh Pak Samsudin. Melalui peresmian ini, kami ingin menjamin keberlanjutan rehabilitasi mangrove melalui penyediaan bibit adaptif yang dikelola bersama masyarakat,” jelas Ajis.

 

Ajis menuturkan, pemilihan Pasir Sakti sebagai lokasi peresmian lantaran wilayah ini telah menjadi contoh praktik terbaik rehabilitasi mangrove hasil kolaborasi PTBA bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Hijau I dan berbagai pemangku kepentingan.

 

“Pasir Sakti merupakan kawasan yang berhasil mengubah wilayah terdampak abrasi menjadi ekosistem mangrove yang pulih, produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran NUSA semakin memperkuat Pasir Sakti sebagai pusat pembibitan dan pengembangan mangrove dalam ekosistem BA-MAXI (Bukit Asam Mangrove Nexus Initiative),” ungkapnya.

 

Ketua KTH Mutiara Hijau I, Samsudin, menjelaskan bahwa perjalanan pengembangan persemaian mangrove dimulai sejak awal tahun 2000-an melalui proses belajar secara mandiri dan berbagi pengetahuan dengan berbagai pihak. Berbekal pengalaman tersebut, kelompoknya berhasil mengembangkan teknik pembibitan yang semakin adaptif terhadap kondisi pesisir.

 

“Saat ini, persemaian disini mampu memproduksi sekitar 500.000 bibit mangrove per tahun, dengan kapasitas tertinggi yang pernah dicapai mencapai 650.000 bibit per tahun. Sebanyak 11 jenis mangrove dibudidayakan di lokasi ini, diantaranya Rhizophora seperti apiculata, stylosa, dan mucronata. Kemudian ada juga mangrove jenis api-api dan Lacang (Bruguiera),” papar Samsudin.

 

Samsudin mengatakan bahwa salah satu inovasi utama dalam metode SAM-SAKTI ini yaitu system persemaian berbasis mekanisme pasang surut air laut. Menurutnya, melalui metode ini, bibit memperoleh suplai air secara alami tanpa penyiraman manual sehingga lebih adaptif terhadap kondisi lapangan, efisien dalam pemeliharaan, serta menghasilkan bibit yang lebih tangguh ketika ditanam di kawasan rehabilitasi.

Meski demikian, tantangan utama yaitu siapa yang akan membeli bibit mangrove tersebut. Oleh karena itu, kelompoknya secara aktif membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai program rehabilitasi lingkungan agar produksi bibit dapat terserap secara optimal.

 

PTBA berharap, melalui peresmian NUSA ini kapasitas pembibitan mangrove berbasis masyarakat semakin meningkat dan nantinya dapat mendukung berbagai program rehabilitasi yang dijalankan Perusahaan untuk pesisir di Indonesia.

 

“Kami berharap NUSA menjadi pusat pembelajaran, inovasi, sekaligus inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir Indonesia,” tutup Ajis.

Berita Terkait

Kemenkes Pilih PALI, Rumah Sakit 4 Lantai Berstandar Nasional Segera Dibangun
Bupati dan Wakil Bupati Lahat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
Hari Bhayangkara ke-80: Polres Lahat Gelar Olahraga Bersama, Wujudkan Sinergitas TNI-Polri dan Pemda
HUT Bhayangkara ke‑80, Polsek Rambang Polres Muara Enim Tanam 50 Pohon Wujud Kepedulian Lingkungan
Jaga Keamanan Wilayah Hukum, Polsek Rambang Giat KRYD dan Patroli Malam
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Terkikis Abrasi, Kini Tumbuh Mangrove yang Menghidupi
Waspada! Jembatan Perbatasan Muba-PALI Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Cepat Tanggap: Jangan Tunggu Ada Korban
Sinergi Tanpa Batas: TNI, Polri, dan Pemkab Lahat Donorkan Darah untuk Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:32 WIB

Kemenkes Pilih PALI, Rumah Sakit 4 Lantai Berstandar Nasional Segera Dibangun

Senin, 29 Juni 2026 - 20:29 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Lahat Hadiri Rapat Paripurna DPRD Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025

Senin, 29 Juni 2026 - 19:14 WIB

PTBA Resmikan NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:21 WIB

Hari Bhayangkara ke-80: Polres Lahat Gelar Olahraga Bersama, Wujudkan Sinergitas TNI-Polri dan Pemda

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:39 WIB

HUT Bhayangkara ke‑80, Polsek Rambang Polres Muara Enim Tanam 50 Pohon Wujud Kepedulian Lingkungan

Berita Terbaru