BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung terus memperkuat pengembangan layanan kesehatan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satu unggulan yang tengah dipersiapkan adalah Klinik Fertilitas (Fertility Center), dirancang sebagai layanan komprehensif bagi pasangan yang memerlukan evaluasi serta penanganan masalah fertilitas, sekaligus memperluas cakupan layanan kesehatan perempuan di rumah sakit.
Pengembangan ini menjadi bagian dari arah penguatan dan diversifikasi pelayanan di bawah kepemimpinan Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes. Seluruh pengembangan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui sistem layanan yang makin terintegrasi, didukung penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pemanfaatan teknologi kesehatan secara bertahap.
Rencana pengembangan tidak berhenti pada layanan fertilitas dasar. Sesuai peta jalan atau roadmap yang disusun, Fertility Center akan berkembang menuju layanan teknologi reproduksi berbantu, sekaligus terintegrasi dengan layanan penanganan gangguan haid dan menopause, endometriosis, hingga bedah ginekologi minimal invasif. Kebutuhan, keamanan, privasi, serta kesinambungan pelayanan pasien menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan perancangan layanan ini.
Layanan Dikembangkan Bertahap Sesuai Kebutuhan Medis
Perjalanan pasien dimulai dari konsultasi dan evaluasi awal, dilanjutkan pemeriksaan dasar maupun lanjutan sesuai kebutuhan. Tahapan mencakup konsultasi fertilitas, pemeriksaan ginekologi dan USG transvaginal, pemeriksaan serta analisis sperma, hingga pemeriksaan penunjang lainnya. Hasil evaluasi menjadi dasar penyusunan rencana penatalaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Pada tahap awal penerapan teknologi reproduksi berbantu, layanan akan mencakup siklus alami (natural cycle), Inseminasi Intrauterin atau IUI, hingga menuju pengembangan program Pembuahan di Luar Kandungan atau IVF. Setiap jenis tindakan akan disiapkan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan fasilitas, tenaga medis, sistem pelayanan, serta ketentuan dan indikasi medis yang berlaku.
IUI Jadi Bagian Awal Layanan Reproduksi Berbantu
Sebagai persiapan pelaksanaan layanan, RSUDAM telah menyusun alur pelayanan IUI yang meliputi pendaftaran, edukasi pasien, konsultasi, stimulasi dan pemantauan kesuburan, penyiapan sampel sperma, pelaksanaan tindakan, pemantauan pascatindakan, hingga pendokumentasian pelayanan.
IUI merupakan prosedur reproduksi berbantu dengan memasukkan sperma yang telah disiapkan secara khusus ke dalam rongga rahim pada waktu yang tepat sesuai masa subur pasien. Dalam setiap tahapan, RSUDAM mengutamakan keamanan pasien, ketepatan identitas, pemberian informasi yang memadai, perlindungan privasi, serta kelengkapan rekam medis. Pasien akan mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai tahapan pelayanan, persiapan, hingga tindak lanjut setelah prosedur.
Didukung Tim Multidisiplin dan Sistem Terintegrasi
Fertility Center disiapkan dengan dukungan tim multidisiplin yang melibatkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, perawat, tenaga laboratorium, tenaga administrasi, serta unit terkait lainnya. Peningkatan kompetensi dan pelatihan berkelanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari penguatan kualitas layanan.
Dari sisi sarana, rancangan pengembangan mencakup ruang konsultasi, ruang pemeriksaan dan pemantauan, ruang tindakan, fasilitas operasi dasar, laboratorium andrologi dan embriologi, serta fasilitas pendukung lainnya. Sistem informasi terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) juga disiapkan untuk menjamin kelengkapan, keamanan, dan kesinambungan data pelayanan.
Menuju Pusat Layanan Kesehatan Reproduksi dan Perempuan
Ke depannya, RSUDAM memproyeksikan pengembangan ini sebagai pusat layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan perempuan yang utuh. Selain layanan fertilitas, akan dikembangkan pula pusat pelayanan gangguan haid dan menopause, serta pusat penanganan endometriosis dan bedah ginekologi minimal invasif. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan memudahkan pasien memperoleh pelayanan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, penanganan, hingga pemantauan lanjutan.
Seluruh langkah ini ditegaskan sebagai wujud komitmen RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menghadirkan layanan yang makin lengkap, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat, dengan mengutamakan aspek keamanan, profesionalisme, kerahasiaan, serta kesinambungan pelayanan.











