Sertifikat Tak Kunjung Terbit, Warga Keluhkan Dugaan Permainan Oknum BPN Lamsel

Kamis, 16 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NATAR, Rilis Publik – Harapan warmasyarakat untuk memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) di Dusun Tanjung Rejo, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan kian meredup. Meski para pemohon telah melunasi pembayaran Surat Perintah Setor (SPS) sebagai prosedur resmi, sertifikat yang dijanjikan hingga kini tak kunjung terbit. Kondisi ini memicu keresahan mendalam, bahkan dugaan adanya permainan oknum mulai mencuat ke permukaan. Warga mempertanyakan keterlambatan yang dinilai tidak wajar, mengingat pengajuan dilakukan secara kolektif sejak tahun 2024.

Janji Tanpa Kepastian Sejak 2023

Salah satu pembeli, AWS, mengungkapkan bahwa dirinya telah membeli tanah sejak 2023 dan melunasi seluruh kewajiban sesuai kesepakatan. Namun, hingga April 2026, ia belum mendapatkan kepastian hukum. “Tanah kami beli sejak 2023. Pengajuan sertifikat diajukan sejak 2024, namun sampai sekarang belum ada kabar jelas mengenai kelanjutannya,” ujar AWS, Rabu (15/4/2026).

Senada dengan AWS, Hendi juga mengaku bingung dengan lamanya proses birokrasi yang berjalan. Menurutnya, seluruh biaya administrasi, baik harga tanah maupun biaya sertifikat, sudah dipenuhi sepenuhnya. “Kami membeli secara lunas dan membayar biaya sertifikat sesuai kesepakatan, namun prosesnya sangat lamban,” keluhnya.

SPS Sudah Terbayar, Proses Mandek

Keluhan juga datang dari Lusi, pembeli asal Pesawaran yang mengajukan sertifikat sejak Agustus 2024. Seluruh persyaratan teknis telah ia penuhi, bahkan SPS dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan nomor berkas 2777/2025 telah diterbitkan pada Maret 2025.

Berdasarkan dokumen resmi, SPS tersebut membuktikan bahwa pemohon telah membayar biaya pelayanan pengukuran dan pemetaan bidang tanah sesuai sistem resmi ATR/BPN. Namun, setelah pembayaran divalidasi, proses tersebut seolah berhenti tanpa kejelasan lebih lanjut. “Sampai hari ini tidak ada transparansi,” tegas Lusi.

Pembeli lainnya, Susi, menilai keterlambatan ini sudah melampaui batas kewajaran. Ia menduga ada ketidakterbukaan dalam prosesnya, baik dari pihak penjual maupun oknum internal BPN. “Seharusnya tidak sampai memakan waktu selama ini,” kata Susi.

Khawatir Potensi Sengketa

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pihak penjual juga menyatakan kebingungan atas mandeknya proses tersebut. Meski pihak penjual meminta warga untuk bersabar, para pembeli menilai alasan tersebut tidak cukup kuat karena menyangkut kepastian hukum atas tanah yang telah dibayar lunas. Warga khawatir, ketiadaan sertifikat membuat posisi kepemilikan mereka rawan sengketa di masa depan.

Sebagai informasi, Surat Perintah Setor (SPS) adalah dokumen resmi ATR/BPN yang berisi rincian biaya layanan pertanahan wajib. Seharusnya, setelah pembayaran divalidasi oleh sistem perbankan atau pos, tahapan verifikasi, pengukuran, pemetaan, hingga penerbitan sertifikat segera diproses secara akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan terkait kendala dalam pengajuan kolektif tersebut. (Red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Romli Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia
Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran
Sinergi Pemcam dan Masyarakat Sendangagung Sukseskan HUTRI ke-81 dengan Meriah
Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
Kapolres Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif
IMF Soroti Dugaan Penghalangan Kerja Wartawan di Lampung Utara, Minta Polisi Tegakkan UU Pers
Mendapat Perlakuan Penghalangan Kerja Wartawan, Sekjen KWIP Laporkan Pelaku Ke Polisi Lampura
Warga Sindangsari Gerebek IRT Kurung Oknum Polisi, Wartawan Mendapat Intimidasi

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:24

Wakil Bupati Romli Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:40

Ribuan Karyawan PT BSA Akan Menggelar Aksi, Tuntut Kepastian Hukum Pelaku Pembakaran

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:29

Sinergi Pemcam dan Masyarakat Sendangagung Sukseskan HUTRI ke-81 dengan Meriah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:03

Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:33

Kapolres Lampung Utara Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Situasi Berlangsung Aman dan Kondusif

Berita Terbaru