Pesisir Barat, Rilis Publik – SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dilaksanakan secara tertib, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Kepala SMAN 1 Pesisir Selatan, Putrawan Jaya Ningrat, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pengelolaan Dana BOS di sekolah yang dipimpinnya dilaksanakan berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan serta mengacu pada petunjuk teknis BOSP yang berlaku.
Menurutnya, penggunaan anggaran tidak semata-mata diarahkan untuk kebutuhan operasional rutin, tetapi juga mendukung proses pembelajaran, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan potensi peserta didik, kegiatan ekstrakurikuler, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta kebutuhan lain yang diperbolehkan dalam ketentuan BOSP.
“Pengelolaan Dana BOS kami laksanakan berdasarkan perencanaan dan kebutuhan sekolah serta mengacu kepada juknis yang ditetapkan pemerintah. Prinsipnya, anggaran harus digunakan untuk mendukung pelayanan pendidikan dan kepentingan peserta didik,” ujar Putrawan.
Pengelolaan Dana BOSP tahun 2025 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan. Regulasi tersebut mengatur antara lain bahwa perencanaan dan penganggaran dilakukan melalui dokumen RKAS berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan dan hasil evaluasi diri pada profil satuan pendidikan.
Selain itu, setiap penggunaan dana harus dicatat secara lengkap serta disertai bukti pendukung, kemudian penggunaan anggaran diinput melalui sistem yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Memasuki tahun anggaran 2026, pengelolaan Dana BOSP mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 6 Februari 2026.
Dalam regulasi terbaru tersebut, pemerintah kembali menegaskan pentingnya pengelolaan dana pendidikan yang transparan dan akuntabel, termasuk penguatan perencanaan berbasis Rapor Pendidikan, pelaporan, pertanggungjawaban, serta kesiapan satuan pendidikan untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Putrawan menegaskan, pihak sekolah berkomitmen menggunakan Dana BOSP sesuai peruntukannya dan mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Yang paling penting adalah bagaimana Dana BOS dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan peserta didik. Kami terus berupaya agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” katanya.
Komitmen tersebut juga berjalan beriringan dengan berbagai capaian yang ditorehkan peserta didik SMAN 1 Pesisir Selatan.
Berdasarkan data resmi Ruang Menghimpun Data (RMD) Pemerintah Provinsi Lampung, pada 2026 siswa SMAN 1 Pesisir Selatan berhasil meraih sejumlah prestasi dalam ajang FLS3N dan O2SN tingkat kabupaten/kota, di antaranya Juara 1 Menyanyi Solo Putri, Juara 1 Cipta Puisi, Juara 1 Fotografi, Juara 1 Desain Poster, Juara 2 Tari Kreasi, Juara 2 Kreativitas Musik Tradisional, Juara 1 Atletik Putri, Juara 1 Pencak Silat Putra, serta sejumlah prestasi lainnya.
Tidak hanya itu, salah satu siswa SMAN 1 Pesisir Selatan juga tercatat meraih Juara 1 Lampung Student Olympic 2026 tingkat provinsi.
Capaian lainnya terlihat dari keberhasilan siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Pada 2025, pihak sekolah mengumumkan siswa-siswinya yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sekolah juga mengumumkan keberhasilan siswa yang diterima melalui jalur Poltekkes Tanjungkarang.
Sementara dari sisi pengelolaan satuan pendidikan, SMAN 1 Pesisir Selatan saat ini tercatat sebagai sekolah negeri dengan akreditasi A. Data resmi Kemendikdasmen juga mencatat Putrawan Jaya Ningrat sebagai kepala sekolah.
Deretan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mewujudkan visi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pembentukan karakter, pengembangan bakat, prestasi akademik maupun nonakademik.
Pihak sekolah berharap dukungan seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite sekolah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pemanfaatan anggaran pendidikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Prestasi yang diraih anak-anak merupakan hasil kerja bersama. Kami ingin sekolah terus berkembang, baik dalam prestasi akademik, nonakademik maupun dalam tata kelola sekolah,” pungkas Putrawan.











