Lahat, Rilispublik- Ketiadaan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Lahat memaksa warga Desa Lubuk Atung dan Desa Muara Cawang turun tangan sendiri memperbaiki jembatan vital yang sudah rusak parah selama empat tahun tanpa perbaikan permanen, Selasa 25 Agustus 2026.
Jembatan itu menjadi satu-satunya akses utama menuju lahan perkebunan dan kawasan pemukiman transmigrasi. Selama empat tahun rusak, keluhan warga seakan tak didengar, sementara akses warga untuk mengangkut hasil bumi sebagai tumpuan hidup terus terhambat dan berisiko membahayakan keselamatan.
“Sudah empat tahun jembatan ini rusak, belum ada perbaikan dari pemerintah. Setiap tahun kami terpaksa bergotong royong memperbaikinya sendiri,” ungkap Maulana, warga setempat.
Ia menegaskan jembatan itu sangat krusial bagi roda ekonomi warga. “Lewat sini semua hasil kebun kami diangkut. Ini urat nadi kami, tapi sampai sekarang tak ada solusi nyata dari pihak berwenang.”
Warga kecewa karena anggaran pembangunan daerah terus bergulir, namun fasilitas dasar yang menjadi nyawa kehidupan masyarakat di pelosok justru dibiarkan rusak bertahun-tahun tanpa tanggapan serius. Warga meminta pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen dan tidak terus membiarkan warga mengurus kepentingan umum sendirian. (Johan Kr)











