Ironi “Lumbung Energi”: Pasar Baru Tanjung Enim Terendam dan Berlubang

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TANJUNG ENIM, Rilis Publik– Kontras yang tajam terlihat di jantung Kota Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Meski menyandang predikat sebagai daerah penghasil batubara terbesar dan dijuluki Lumbung Energi Nasional, kondisi infrastruktur di Pasar Baru Tanjung Enim justru sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan pada Senin (23/2/2026), pusat ekonomi kebanggaan masyarakat ini tampak kumuh dan becek. Drainase yang tidak berfungsi dengan baik menyebabkan air meluap ke jalan, menciptakan genangan serupa “kolam susu” di tengah kota setiap kali hujan turun.

Keluhan Pedagang dan Masyarakat

Kondisi ini dikeluhkan langsung oleh para pedagang yang mencari nafkah di area tersebut. Pak Yuli, salah satu pemilik usaha di depan Yuli Variasi, menyatakan rasa tidak nyamannya.

“Kami sangat terganggu. Genangan air dan lubang di mana-mana membuat aktivitas dagang jadi sulit. Kami berharap ada tindakan nyata untuk memperbaiki jalan ini,” ujarnya.

Tak hanya mengganggu estetika, lubang-lubang jalan yang tertutup air juga menjadi ranjau berbahaya bagi pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor yang melintas.

Harapan Besar pada CSR PTBA

Menanggapi kondisi ini, Kaperwil Rilis Publik.com, Yayan, ST, mendesak pihak PT Bukit Asam (PTBA) untuk turun tangan. Sebagai perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut, PTBA diharapkan dapat mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan infrastruktur publik.

Beberapa poin utama yang menjadi harapan warga:

Perbaikan Drainase: Menormalisasi saluran air agar tidak terjadi genangan permanen saat hujan.

Pengaspalan Jalan: Menambal titik-titik lubang di area Pasar Baru dan jalan pemukiman penduduk.

Sinergi Lingkungan: Mewujudkan semboyan “Tumbuh Harmonis Bersama Lingkungan” secara nyata melalui aksi fisik di lapangan.

“Sebagai kota penghasil batubara terbesar, sangat miris melihat fasilitas publiknya rusak. Semoga PTBA bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk memperbaiki jalan-jalan di Kecamatan Lawang Kidul dan Kabupaten Muara Enim secara umum,” harap Yayan.

Laporan: Yayan, ST (Kaperwil Rilis Publik.com)

Berita Terkait

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V
Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:03

IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26

Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:35

Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Berita Terbaru