Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro –Rilispublik | Tingginya tingkat serangan hama tikus yang mengancam produktivitas pertanian di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 12 menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengusir tikus bertenaga surya. Program yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) tersebut menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan ramah lingkungan.

 

Pengembangan alat tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi pengendalian hama yang efektif, aman, dan berkelanjutan.

 

Penanggung Jawab Program Alat Pengusir Tikus, Vito, menjelaskan bahwa perangkat yang dikembangkan bekerja menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang dirancang untuk mengganggu sistem saraf dan pendengaran tikus. Mekanisme tersebut membuat area pertanian menjadi tidak nyaman bagi hama tanpa harus membunuhnya maupun menggunakan bahan kimia berbahaya.

 

“Alat ini menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap racun tikus, teknologi ini juga mampu meminimalkan risiko pencemaran lingkungan serta gangguan sanitasi akibat bangkai tikus di lahan pertanian,” jelas Vito.

 

Ia menambahkan, perangkat tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama sehingga dapat beroperasi secara otomatis tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Pemanfaatan energi terbarukan ini sekaligus mendukung penerapan konsep pertanian berkelanjutan yang semakin relevan dengan tantangan sektor pertanian saat ini.

 

Lebih lanjut, Vito menilai bahwa inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pengendalian hama, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian, serta memberikan nilai tambah bagi produktivitas petani.

 

“Harapan kami, alat ini mampu menurunkan intensitas serangan hama tikus secara signifikan sehingga hasil panen meningkat, biaya pengendalian hama dapat ditekan, dan petani memperoleh manfaat yang berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Melalui inovasi tersebut, Mahasiswa KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 menunjukkan bahwa riset sederhana yang berbasis kebutuhan masyarakat dapat menghasilkan solusi aplikatif. Kehadiran teknologi tepat guna ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong terwujudnya sektor pertanian yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan.

 

[Ghozali]

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemprov Lampung Siapkan Katibung Jadi Pusat Pengolahan Minyak Mentah dan Oleokimia
Parah! Pembangunan TK Mutiara Bunda Pesawaran Diduga Berdiri di Atas Tanah Wakaf Hasil Penyerobotan, Mantan Kepala Pekon Terlibat
Operasi Sikat Musi I Tahun 2026, Team Macan Putih Polsek Rambang Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Pelaku
Koramil Kapas 2 Keluar sebagai Juara Piala Panglima TNI ORADO Bojonegoro, Taklukkan Borac Bubulan 2 Gim Langsung
MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Tekankan Pentingnya Akhlak
Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:38

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pemprov Lampung Siapkan Katibung Jadi Pusat Pengolahan Minyak Mentah dan Oleokimia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00

Parah! Pembangunan TK Mutiara Bunda Pesawaran Diduga Berdiri di Atas Tanah Wakaf Hasil Penyerobotan, Mantan Kepala Pekon Terlibat

Selasa, 29 September 2026 - 17:54

Operasi Sikat Musi I Tahun 2026, Team Macan Putih Polsek Rambang Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Pelaku

Minggu, 27 September 2026 - 19:40

Koramil Kapas 2 Keluar sebagai Juara Piala Panglima TNI ORADO Bojonegoro, Taklukkan Borac Bubulan 2 Gim Langsung

Minggu, 27 September 2026 - 13:23

MTQ ke-55 Bandar Lampung, Eva Dwiana Tekankan Pentingnya Akhlak

Berita Terbaru