BOJONEGORO //Rilispublik – Universitas Bojonegoro (Unigoro) tak ingin lulusannya sekadar menjadi pencari kerja dengan selembar ijazah. Kampus ini mulai mengambil langkah berani dengan merancang pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sebagai upaya menghadirkan lulusan yang benar-benar siap pakai dan diakui secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Langkah ini menjadi titik balik penting dalam arah pendidikan di Unigoro. Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin ketat, lulusan kini dituntut tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang terukur. Melalui LSP, Unigoro ingin memastikan setiap lulusannya memiliki “nilai jual” yang nyata,bukan sekadar gelar, tetapi juga kemampuan yang tersertifikasi dan relevan dengan kebutuhan industri.
Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Unigoro berpeluang menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki LSP. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar inovasi, tetapi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Ini adalah langkah konkret untuk menjawab kebutuhan industri. Lulusan tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki bukti kompetensi yang terstandar. Sekaligus menyelaraskan kurikulum di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya saat bimbingan teknis (bimtek) LSP di Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro, Senin (20/4/2026).
Bimtek tersebut menghadirkan Direktur PT HRD Indonesia Abadi, Dimas Andyan Indra Dhanurukma, serta Direktur LSP Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ricky Eka Putra, yang memberikan pandangan teknis sekaligus strategis dalam proses pembentukan LSP.
Dimas menyebut dukungan yayasan dan rektorat menjadi fondasi kuat dalam percepatan pendirian LSP. Ia menegaskan bahwa tahapan awal seperti bimtek ini krusial untuk menentukan arah pengembangan ke depan.
“Kita akan membahas akreditasi, penyesuaian kurikulum, hingga peluang skema kompetensi yang bisa dibuka oleh LSP Unigoro,” jelasnya.
Bimtek ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan dosen lintas program studi yang dipersiapkan menjadi asesor kompetensi. Keterlibatan mereka menandakan bahwa Unigoro tidak hanya berbicara visi, tetapi mulai menata langkah nyata untuk menciptakan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di level nasional bahkan global.
[A.Ghuzali]










