Presiden Prabowo Kecam Pengusaha Serakah dan Pejabat Korup di Peringatan Hari Buruh 2026: “Bukan Negara Ini yang Saya Perjuangkan”

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Rilis Publik– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato keras yang menyentil praktik korupsi dan keserakahan elite dalam puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Di hadapan puluhan ribu buruh dari berbagai konfederasi serikat pekerja, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari praktik perampokan uang rakyat yang dilakukan melalui persekongkolan antara oknum pejabat dan pengusaha.

> “Saya telah mempertaruhkan nyawa saya berkali-kali untuk bangsa ini. Tapi saya melihat banyak elite-elite yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan. Bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela,” tegas Presiden Prabowo disambut riuh tepuk tangan massa buruh.

Presiden menekankan bahwa pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat merupakan bentuk pelanggaran sumpah jabatan paling mendasar. Ia secara spesifik menyoroti adanya kolaborasi ilegal antara penyelenggara negara dengan segelintir pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.

> “Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Presiden Prabowo menyatakan pemerintahannya tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Aparat penegak hukum, termasuk KPK, Kejaksaan, dan Polri, diminta untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti merugikan keuangan negara, baik dari kalangan birokrat maupun swasta.

Momentum Hari Buruh dijadikan Presiden untuk menegaskan kembali keberpihakannya pada kaum pekerja. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati segelintir elite serakah, melainkan harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan buruh, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Presiden membedakan antara pengusaha yang membangun bangsa dengan pengusaha yang merampok bangsa. Ia mengajak para pengusaha nasionalis untuk bersama-sama pemerintah menciptakan iklim usaha yang sehat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan membayar pajak serta upah buruh secara adil.

Pernyataan Presiden tersebut disambut antusias oleh massa buruh yang hadir. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan pidato Presiden sejalan dengan aspirasi buruh.

“Pidato Bapak Presiden hari ini adalah angin segar. Buruh sudah terlalu lama jadi korban pengusaha serakah dan pejabat yang main mata. Kami mendukung penuh gebrakan pemberantasan korupsi,” ujar Said Iqbal.

Acara puncak May Day 2026 di Monas juga diisi dengan penyampaian 9 tuntutan buruh, mulai dari cabut Omnibus Law, upah layak, hingga pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memiskinkan koruptor.

Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan berjanji akan mengawal langsung tuntutan buruh dan memastikan tidak ada lagi rakyat yang menderita karena ulah “maling-maling berdasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim
Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar
Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027
Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!
Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil
Lapas Probolinggo Jawa Timur ‘Angker’, Penghuni Selalu Mendapat ‘Bisikan Gaib’ Sebelum Razia  
Aktivis Soroti Danau Kongar Terancam Surut, PT SMS Diminta Utamakan Kelestarian Sumber Air
Dugaan Mengerikan: Lapas Probolinggo Diduga Jadi Markas Pengendali Narkoba Sabu!

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:14

Tangkap, Bayar, Lepas: Dugaan Jual Beli Kebebasan Kasus Narkoba Oleh Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Jatim

Selasa, 15 September 2026 - 23:17

Menkeu Baru Dilantik, WKU Kadin Lampung Dorong Efisiensi Anggaran dan Jaga Stabilitas Pasar

Senin, 14 September 2026 - 22:03

Reshufle Mendadak: Prabowo Ganti Menkeu Purbaya dengan Suahasil Nazara di Tengah Pembahasan APBN 2027

Senin, 14 September 2026 - 14:50

Di Balik Tembok Lapas Banyuwangi: Jaringan Narkoba Berkuasa, “Bayar Damai” Jadi Kunci!

Minggu, 13 September 2026 - 16:13

Razia Sia-sia, Jaringan Narkoba di Dalam Lapas Probolinggo Terorganisir, FAJU NUSANTARA Turun Tangan Laporkan ke APH dan Kanwil

Berita Terbaru