Gasifikasi Batu Bara Jadi DME, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi Nasional

- Editor

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Enim, Rilis Publik – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita serta amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

 

Di tengah dinamika global yang ditandai dengan ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi, penguatan ketahanan energi menjadi prioritas banyak negara, termasuk Indonesia.

 

Saat ini, Indonesia masih menghadapi ketergantungan terhadap impor LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor produktif, yang berdampak pada tekanan terhadap neraca perdagangan, kebutuhan devisa, serta beban subsidi energi.

 

Melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama Pertamina berupaya menghadirkan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri batu bara nasional.

 

CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat fondasi ekonomi dan energi Indonesia.

 

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” paparnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/04/2026).

 

Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier menegaskan bahwa hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan langkah strategis yang memberikan manfaat dan keuntungan besar bagi negara, baik manfaat yang bersifat langsung (tangible) maupun tidak langsung (intangible). Ia menggarisbawahi bahwa sebagian besar manfaat tersebut tidak seluruhnya dapat tercermin dalam laporan keuangan korporasi. Oleh sebab itu, dirinya menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap percepatan proyek hilirisasi tersebut demi kepentingan nasional yang lebih luas.

 

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Namun banyak keuntungan negara yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud dan dijalankan sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” ujar Fuad.

 

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi besar dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia.

 

“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan optimal dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional” ujar Maroef.

 

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menekankan bahwa hilirisasi batubara menjadi DME ini merupakan bentuk kesiapan Perseroan dalam menjawab tantangan energi nasional sehingga bukan hanya sekadar proyek industri saja.

 

“Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.

 

Senada, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan pengembangan DME menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan dan juga bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting untuk menciptakan sumber energi baru sekaligus menjawab tantangan ketahanan energi nasional.

 

“Pengembangan DME merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, menghemat devisa, serta memperkuat industri domestik,” kata Turino.

 

Selain mengurangi ketergantungan impor, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, hingga peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

 

Melalui sinergi dengan berbagai pihak dan dukungan langsung dari pemerintah, proyek hilirisasi ini diharapkan diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Lahat Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Menjual Buku LKS
Longsor Tutup Akses Lahat–Manna, Polres Lahat Lakukan Monitoring Intensif di Tanjung Sakti
Antisipasi Malam Libur, Polsek Rambang Gelar KRYD dan Patroli Hunting
Sekda Lahat Pimpin Upacara Hardiknas di SMP I Lahat Selatan
Antisipasi Tindak Pidana dan Jaga Keamanan Masyarakat, Polsek Rambang Gelar KRYD Malam Hari
Kesiapan maksimal Polres Lahat dalam pengamanan peringatan hari buruh internasional 1 Mei 2026
Kejati Sumsel Lakukan Penyitaan Ulang Aset PT. KMM Terkait Dugaan Korupsi Pendistribusian Semen
Wujudkan Lingkungan ASRI, Polsek Rambang Polres Muara Enim Gelar Giat BELIDA Polda Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:59 WIB

Dinas Pendidikan Lahat Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Menjual Buku LKS

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:23 WIB

Gasifikasi Batu Bara Jadi DME, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 21:39 WIB

Longsor Tutup Akses Lahat–Manna, Polres Lahat Lakukan Monitoring Intensif di Tanjung Sakti

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Antisipasi Malam Libur, Polsek Rambang Gelar KRYD dan Patroli Hunting

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:27 WIB

Sekda Lahat Pimpin Upacara Hardiknas di SMP I Lahat Selatan

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

Polisi Evakuasi Warga Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:06 WIB

Daerah

Pemkab Tubaba Percepat Sertifikasi Halal

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:38 WIB

Daerah | Lampung

Terlibat Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan Polres Lampung Utara

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:36 WIB