Buay Madang, Rilis Publik — Maraknya pengaruh negatif digitalisasi terhadap anak-anak menjadi perhatian serius Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) KUA Buay Madang. Melalui kegiatan pembinaan di SDN 1 Banjarsari, Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang, para penyuluh agama turun langsung memberikan edukasi akhlak dan karakter kepada para siswa, Senin (11/05/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 90 siswa tersebut menghadirkan pemateri dari Penyuluh Agama KUA Buay Madang, yakni Lumatul Arif, S.Pd.I, Sapta Liana, S.Pd, Sutriyah, S.Pd, dan Ahmad Syairozi, S.Pd.I. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya akhlak, kedisiplinan, serta bijak menggunakan media sosial dan teknologi digital.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) dan Dinas Pendidikan dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Ketua Pokjaluh KUA Buay Madang, Lumatul Arif, S.Pd.I, yang mewakili Kepala KUA, menegaskan bahwa anak-anak saat ini rentan terpengaruh konten negatif jika tidak dibekali pendidikan moral sejak dini.
_“Pergaulan dan informasi di era digital sangat bebas. Anak-anak harus dibentengi dengan agama dan akhlak agar tidak mudah terjerumus pada perilaku menyimpang,”_ ujarnya.
Sementara itu, pihak sekolah yang diwakili Eva Marlina, S.Pd, menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap pembinaan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan.
_“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, sopan, dan terhindar dari pengaruh negatif lingkungan maupun media digital,”_ katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para siswa yang aktif mengikuti sesi materi dan tanya jawab.
Rilis(Apri)









