Bojonegoro – Rilispublik | Komitmen menghadirkan program pengabdian yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat ditunjukkan Kelompok 12 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melalui kegiatan survei lapangan di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Senin (2/6/2026). Survei ini menjadi langkah awal yang krusial dalam proses penyusunan program kerja, sekaligus upaya akademis untuk memetakan kondisi sosial, ekonomi, potensi lokal, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa sebagai dasar perumusan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan observatif dan partisipatif, mahasiswa melakukan penggalian data secara langsung bersama pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengidentifikasi potensi unggulan desa, tetapi juga memahami tantangan pembangunan yang memerlukan perhatian bersama. Hasil pemetaan ini nantinya akan menjadi landasan utama dalam merancang program kerja KKN yang adaptif, solutif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Dukohkidul.
Desa Dukohkidul yang terdiri atas Dusun Dukohkidul dan Dusun Papringan memiliki potensi besar di sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Komoditas unggulan yang dikembangkan warga meliputi padi, jagung, dan tembakau. Selain itu, desa ini juga memiliki peluang pengembangan sektor agrowisata melalui budidaya jambu merah dan jambu kristal yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan prospek pasar yang menjanjikan.
Potensi ekonomi desa juga diperkuat oleh keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu yang berkembang adalah usaha keripik singkong yang telah memiliki label usaha. Keberadaan UMKM tersebut menjadi modal penting dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Namun demikian, di tengah berbagai potensi yang dimiliki, Desa Dukohkidul masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Beberapa persoalan yang berhasil diidentifikasi mahasiswa antara lain kasus kehilangan tabung LPG yang masih terjadi di lingkungan masyarakat, serangan hama tikus yang mengganggu produktivitas pertanian, serta ancaman kekeringan yang kerap muncul saat musim kemarau dan berdampak pada sektor pertanian maupun kebutuhan air masyarakat.
Kepala Desa Dukohkidul, Sulibianto, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNTK Unigoro dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung upaya pembangunan desa.
“Kami sangat terbuka dan menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Bojonegoro. Kami berharap melalui kegiatan KKN ini terjalin kolaborasi yang baik, sehingga berbagai potensi desa dapat dikembangkan dan permasalahan yang ada dapat dicarikan solusi bersama demi kemajuan masyarakat Desa Dukohkidul,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 12 KKNTK Unigoro, Hanin Alya’ Labibah, menegaskan bahwa survei lapangan merupakan bagian penting dari proses akademik yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyusun program kerja pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, program KKN yang berkualitas harus dibangun berdasarkan data lapangan yang valid dan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi yang terukur dan berkelanjutan.
“Melalui survei ini, mahasiswa belajar mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, sekaligus memahami karakteristik sosial masyarakat. Kami berharap program yang dirancang nantinya benar-benar relevan dengan kebutuhan desa dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. KKN bukan sekadar implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan,” jelas Hanin.
Selain melakukan pemetaan potensi dan permasalahan, mahasiswa juga menemukan tingginya tingkat partisipasi sosial masyarakat. Hal tersebut terlihat dari rutinnya kegiatan ronda malam serta berbagai aktivitas keagamaan yang masih terjaga dan dilaksanakan secara berkala oleh warga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Desa Dukohkidul memiliki modal sosial yang kuat berupa semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian antarwarga. Modal sosial inilah yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKNTK berlangsung.
Dengan hasil survei awal tersebut, Kelompok 12 KKNTK Unigoro optimistis dapat merumuskan program kerja yang tidak hanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mengoptimalkan potensi lokal Desa Dukohkidul sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
[Red]









