SABDO DADI IDU GENI: Menengok Esensi Ruwatan Diri dan Ikhtiar Pasrah di Hadapan Altar Keheningan

- Editor

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Redaksi Budaya

 

Bagi masyarakat Nusantara, khususnya dalam kosmologi Jawa, spiritualitas bukanlah sebuah labirin mistis yang menakutkan. Ia adalah sebuah jalan pulang, sebuah ruang teduh tempat manusia menepi ketika dunia sedang bising atau ketika beban hidup terasa teramat berat untuk dipikul sendiri.

Pemandangan penuh pendar kesunyian tertangkap dalam sebuah sudut ritual yang sarat makna. Di atas hamparan kain putih yang melambangkan kesucian niat, tampak tiga bingkai foto serupa yang ditata sejajar di hadapan ubarampe (perlengkapan) ritual tradisional. Di bawah temaram cahaya lampu merah, kepulan asap dupa membumbung lurus, bersanding dengan keharuman bunga setaman dan rajangan pandan yang diletakkan di atas takir janur.

Tiga bingkai foto yang menampilkan sosok wajah yang sama ini menyimpan sebuah pesan simbolis yang mendalam,sebuah ikhtiar batiniah, refleksi diri, dan permohonan perlindungan agar segala badai persoalan hidup yang sedang dihadapi segera menemui jalan keluar yang terang.

Dalam kacamata ragam budaya lokal, penempatan tiga entitas visual yang sama bukanlah tanpa alasan. Secara filosofis, hal ini kerap dikaitkan dengan penyelarasan elemen Tri Murti atau kesatuan antara jiwa, pikiran, dan raga manusia. Ketika seseorang sedang didera ujian hidup yang pelik, ketiga elemen di dalam dirinya sering kali mengalami ketidakseimbangan (disharmoni). Pikiran menjadi kalut, raga menjadi lelah, dan jiwa kehilangan ketenangannya.

Membawa representasi diri,dalam hal ini melalui media foto,ke hadapan altar spiritual merupakan simbol dari penyerahan mutlak urusan hidup kepada Sang Maha Pencipta. Ia menjadi visualisasi dari sebuah doa yang tak terucap, sebuah permohonan agar raga dibentengi, pikiran dijernihkan, dan jiwa diberikan perlindungan gaib dari segala marabahaya serta energi negatif yang menyumbat jalan keluar kehidupan.

Asap dupa yang bergerak lurus ke atas menjadi perlambang lurusnya niat dan harapan agar untaian doa tersebut menembus pintu langit tanpa rintangan. Sementara itu, keharuman bunga setaman menjadi simbol pendingin batin, mendinginkan ego manusia agar siap menerima apa pun ketetapan takdir dengan lapang dada.

Menariknya, pada latar ritual kali ini tidak tampak satu pun ornamen teks, tulisan, atau dogma yang mengikat. Peniadaan simbol tulisan ini justru mempertegas sebuah prinsip penting dalam olah rasa, bahwa pada titik nadir penderitaan manusia, bahasa terbaik untuk berkomunikasi dengan alam semesta adalah keheningan mutlak (suwung).

Di sinilah letak keindahan spiritualitas Nusantara. Ia menyediakan ruang aman (safe space) bagi siapa saja untuk mengadukan rasa sakit, kekhawatiran, dan kebuntuan akal tanpa perlu dihakimi oleh dunia luar. Melalui ritual pembersihan batin, atau yang akrab disebut sebagai tradisi ruwatan diri, seseorang sedang berusaha mengurai jalinan energi negatif yang merundungnya saat ini.

Pada akhirnya, apa yang tersaji di depan altar “Sabdo Dadi Idu Geni” adalah sebuah pengingat universal. Bahwa di balik kedamaian visualnya, tersimpan pesan kuat tentang harapan. Sebuah penegasan bahwa, sekecil apa pun persoalan yang dihadapi, spiritualitas sejati akan selalu hadir untuk menenteramkan jiwa, memberikan perlindungan, dan menuntun manusia kembali menemukan cahaya di ujung lorong yang gelap.

[Red]

Berita Terkait

Dari Purwosari untuk Bojonegoro,Sahila Dinilai Jadi Cahaya Harapan Baru Perjuangan Aspirasi Rakyat Dapil 5
Petakan Potensi dan Tantangan Desa Sejak Dini, Kelompok 3 KKN-TK Unigoro Turun Langsung ke Desa Pejok
Hasil Audiensi Pansel Dinilai Tunjukkan Lemahnya Penelusuran Rekam Jejak, Teras Center Minta Klarifikasi Resmi Bupati
Awali Program KKN, Kelompok 12 KKNTK Unigoro Lakukan Pemetaan Potensi dan Permasalahan Desa Dukohkidul
KKN 08 Petakan Potensi Strategis dan Tantangan Pembangunan Desa Sumberbendo
Diduga Ada Grup WhatsApp Terorganisir, Praktik Pengangsu Solar Subsidi di SPBU 54.623.19 Sendangrejo Kian Terstruktur
Sistem MyPertamina Kebobolan? Dugaan Praktik Lancun Pengangsu Solar di SPBU 54.623.19 Sendangrejo
Spirit Idul Adha Menggema, Golkar Bojonegoro Tebar Qurban untuk 28 PK dan Siapkan Penyembelihan Sapi di DPD

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:28 WIB

SABDO DADI IDU GENI: Menengok Esensi Ruwatan Diri dan Ikhtiar Pasrah di Hadapan Altar Keheningan

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:19 WIB

Dari Purwosari untuk Bojonegoro,Sahila Dinilai Jadi Cahaya Harapan Baru Perjuangan Aspirasi Rakyat Dapil 5

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:56 WIB

Petakan Potensi dan Tantangan Desa Sejak Dini, Kelompok 3 KKN-TK Unigoro Turun Langsung ke Desa Pejok

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:46 WIB

Hasil Audiensi Pansel Dinilai Tunjukkan Lemahnya Penelusuran Rekam Jejak, Teras Center Minta Klarifikasi Resmi Bupati

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:46 WIB

Awali Program KKN, Kelompok 12 KKNTK Unigoro Lakukan Pemetaan Potensi dan Permasalahan Desa Dukohkidul

Berita Terbaru