Bojonegoro –Rilispublik | Di tengah meningkatnya harga bahan baku produksi seperti minyak goreng dan gula yang semakin membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB) menggandeng berbagai mitra strategis menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan usaha masyarakat. Melalui kolaborasi bersama RS Muna Anggita Bojonegoro, PT Pos Indonesia, Gajah Muda Nusantara (GMN), dan BPR Bojonegoro, sebanyak 50 pelaku UMKM mengikuti kegiatan pemberdayaan yang digelar di Aula RS Muna Anggita Bojonegoro, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum silaturahmi antarpelaku usaha, tetapi juga menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM, mulai dari akses permodalan, peluang penambahan pendapatan, hingga penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Acara dibuka oleh Direktur RS Muna Anggita Bojonegoro, KRA. drg. Sofan Solikin, yang juga menjabat sebagai Pengawas PUSKAB. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Selanjutnya, peserta memperoleh sosialisasi mengenai program pinjaman modal usaha melalui skema pembiayaan hingga Rp25 juta tanpa agunan yang disampaikan bersama BPR Bojonegoro. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan yang lebih mudah guna mengembangkan usahanya.
Pada sesi berikutnya, PT Pos Indonesia memperkenalkan program kemitraan Agen Pos. Selain layanan logistik, perusahaan tersebut juga menawarkan berbagai peluang kerja sama yang memungkinkan pelaku UMKM memperoleh tambahan sumber pendapatan melalui beragam layanan yang dimiliki PT Pos Indonesia.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika Gajah Muda Nusantara (GMN) memperkenalkan programnya yang diselingi pembagian door prize berupa gula pasir kepada peserta. Antusiasme peserta semakin meningkat karena rangkaian acara berlangsung interaktif dan memberikan manfaat langsung.
Puncak kegiatan ditandai dengan program tebus murah minyak goreng yang dipandu oleh Adib Nurdiyanto, M.Pd. Para peserta diberikan kesempatan membeli minyak goreng non-subsidi kemasan satu liter dengan harga Rp17.500 per liter, jauh di bawah harga pasar yang saat ini berkisar Rp21.000 per liter. Program tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM karena dinilai mampu membantu menekan biaya produksi di tengah kenaikan harga bahan baku.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, PUSKAB bersama para mitra berharap lahir ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka akses permodalan, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan daya saing UMKM Bojonegoro secara berkelanjutan. Program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang merasakan manfaatnya.
[Red]










