KKN UNIGORO 2026 Usung Green Empowerment, Mahasiswa Kelompok 21 Siapkan Model Pemberdayaan Berkelanjutan di Desa Kalirejo

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro – Rilis publik | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 21 Tahun 2026 memperkenalkan identitas sekaligus arah pengabdian mereka melalui tema “Green Empowerment Kalirejo”. Program yang akan dilaksanakan di Lokasi admitrasi desa kalirejo Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro tersebut mengedepankan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, pelestarian lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Tema Green Empowerment Kalirejo dipilih sebagai representasi pendekatan akademik yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan partisipasi masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja selama masa KKN, tetapi juga berupaya membangun fondasi perubahan yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam media publikasi KKN, Desa Kalirejo memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, serta sumber daya air. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan berbagai program kerja yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan partisipatif.

Sejumlah target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan KKN meliputi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan sektor produktif, peningkatan kesadaran terhadap pendidikan dan literasi, penguatan kepedulian terhadap lingkungan, hingga pelestarian budaya gotong royong sebagai modal sosial pembangunan desa.

Selain menjalankan berbagai program pemberdayaan, mahasiswa juga memperkenalkan konsep Green Empowerment sebagai paradigma pembangunan yang menempatkan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan keberlanjutan bagi masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir.

Ketua KKN UNIGORO Kelompok 21, Juanto Dwi Seto, mengatakan bahwa tema Green Empowerment Kalirejo bukan sekadar slogan, melainkan menjadi landasan konseptual dalam seluruh rangkaian program pengabdian yang akan dilaksanakan bersama masyarakat.

“Kami memandang KKN sebagai ruang implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, setiap program disusun berdasarkan potensi desa, aspirasi masyarakat, serta prinsip pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri,” ujarnya.

Menurut Juanto, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari kualitas dampak yang mampu dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi Pemerintah Desa Kalirejo dalam mendorong inovasi, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa. Melalui semangat kolaborasi, kami ingin menghadirkan pengabdian yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan mengusung slogan “Berkarya Nyata, Berdampak Bersama”, KKN UNIGORO Kelompok 21 optimistis sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat akan melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan Desa Kalirejo di masa mendatang. Pendekatan berbasis kolaborasi dan pemberdayaan tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

[Ghozali Ahmad]

Berita Terkait

Kondisi Kebersihan Pasar Sentral Palakka Memprihatinkan, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah
Golkar Kasiman Berbagi Rezeki, Ketua PK Berikan Perhatian kepada Paskibra Yatim Piatu
Keluhan Saluran di Sekitar SPPG Sraturejo Ditindaklanjuti, Tim IPAL dan Teknisi Turun ke Lapangan
Dokumen Pengolahan Lahan Disebut Telah Dipenuhi, Publik Masih Menunggu Kepastian Aktivitas di Lapangan
Peradi Bojonegoro Tampil Perkasa, Libas Ikadin Karanganyar 3-0 di Kejuaraan Mini Soccer Advokat
Bukan Sekadar Penutupan, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Wariskan Inovasi dan Jejak Pengabdian di Dukohkidul
Tutup Masa Pengabdian, KKN-TK Kelompok 16 Unigoro Tinggalkan Kesan dan Kenangan di Desa Klempun
KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Perkuat Konservasi Air di Dukohkidul, 32 Biopori Jadi Investasi Ekologis

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:52

Kondisi Kebersihan Pasar Sentral Palakka Memprihatinkan, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:06

Golkar Kasiman Berbagi Rezeki, Ketua PK Berikan Perhatian kepada Paskibra Yatim Piatu

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:00

Keluhan Saluran di Sekitar SPPG Sraturejo Ditindaklanjuti, Tim IPAL dan Teknisi Turun ke Lapangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:19

Dokumen Pengolahan Lahan Disebut Telah Dipenuhi, Publik Masih Menunggu Kepastian Aktivitas di Lapangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:24

Peradi Bojonegoro Tampil Perkasa, Libas Ikadin Karanganyar 3-0 di Kejuaraan Mini Soccer Advokat

Berita Terbaru