LAMPUNG TENGAH, (Rilis Lampung) – Semarak 1 Muharam 1448 Hijriah terasa berbeda di Kecamatan Sendangasih Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah. Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama berkumpul dalam acara “Peringatan Tahun Baru Islam” yang dikemas dengan doa bersama lintas agama, santunan anak yatim, dan pertunjukan wayang kulit, dan kuda lumping. Minggu (5/7/2026) di Balai Kampung Sendangasih.
dilanjutkan hiburan rakyat kuda lumping _”Turonggo Kencono Sendangaji”_ kemudian pada Minggu malam pertunjukan wayang Purwo semalam suntuk dengan lakon “Wisang Geni” dengan Ki dalang Guno Suwardi dari Karang Semanding.
Acara dimulai pukul 08.30 WIB. Puncak acara doa bersama lintas agama. Pemuka dan jamaah Islam, Katolik dan Hindu, secara bergantian memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan kedamaian Kampung Sendangasih. Momen ini disambut antusias dari warga.
Kepala Kampung Sendangasih , Ginanto, dalam sambutannya mengatakan Tahun Baru Islam adalah momentum hijrah. “Hijrah bukan hanya dari buruk ke baik. Tapi juga hijrah dari perpecahan menuju persaudaraan. Doa lintas agama pada kesempatan ini adalah bukti kita satu,” tegasnya.
Rangkaian dilanjutkan dengan santunan kepada 40 anak yatim dari 9 dusun yang ada. Setiap anak menerima paket sembako, uang tunai. Santunan diserahkan langsung oleh kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama dan donatur.
Ketua Panitia, Suyadi mengatakan kegiatan ini adalah wujud syukur. “Kami ingin 1 Muharam bukan hanya seremoni. Ada aksi nyata: berbagi dengan yatim dan merawat kerukunan antar umat beragama, serta melestarikan budaya tradisinal ” ujarnya.
Sebagai penutup, pada Minggu malam (5/7/2026) warga dihibur pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Guno Suwardi dari Karang Semanding dengan lakon “Wisangggeni”. Lakon ini dipilih karena mengandung pesan/simbol kesatria muda yang suci, sakti, tapi nasibnya tragis karena terlalu sempurna untuk hidup di dunia manusia.
Usai doa bersama, warga dimanjakan dengan hiburan rakyat kuda lumping _”Turonggo Kencono Sendangaji”_
Warga tampak antusias. Ibu-ibu PKK, remaja masjid, karang taruna, hingga komunitas lintas agama larut dalam acara. “Satu tahun sekali acara sebesar ini digelar. Senang bisa doa bareng dan nonton wayang gratis,” kata Siti, warga Kampung Sendangasih.
Salah satu tokoh muda agama Hindu, Satijo, berpesan agar semangat Muharam / Suroan agar dijaga sepanjang tahun. “Jadikan tahun baru ini sebagai pengingat untuk memperbanyak sedekah, menjaga lisan, dan merawat toleransi,” pesannya.
Dirinya menambahkan, tradisi wayang kulit sebagai tinggalan leluhur Jawa agar tetap dilestarikan sebagai bentuk mempertahankan budaya tradisional.
Disisi lain, panitia berharap kegiatan seperti ini bisa jadi agenda tahunan. “Tahun Baru Islam harus jadi milik semua. Untuk menguatkan iman, berbagi, dan menjaga Sendangasih tetap damai,” tutup Panitia.
*(AMIN KAE)*










