Bandarlampung, Rilis Publik – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan keamanan data menjadi perhatian utama dalam kerja sama pemanfaatan Satelit Lampung-I dengan perusahaan teknologi antariksa asal Tiongkok, STAR.VISION.
Satelit yang menjadi bagian dari kerja sama sister province Lampung-Shandong itu berhasil diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites, Rabu, 5 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan menegaskan seluruh lalu lintas data satelit berada di bawah pengawasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dengan demikian, akses terhadap data tidak dapat dilakukan secara bebas, termasuk oleh pihak Tiongkok yang terlibat dalam kerja sama tersebut.
“Proyek satelit ini didampingi sepenuhnya oleh BRIN. Oleh karena itu, data dipastikan aman karena semua lalu lintas data, termasuk keamanan datanya, harus melalui BRIN,” kata Marindo, Senin 10 Agustus 2026
Menurut Marindo, pengawasan BRIN mencakup data yang nantinya dimanfaatkan Pemprov Lampung maupun akses data oleh pihak Tiongkok. Jenis data yang boleh diambil, dimanfaatkan, maupun diakses oleh masing-masing pihak akan diatur secara ketat.
“Data apa saja yang boleh diambil, dimanfaatkan, dan begitu juga sebaliknya bagi pihak Tiongkok, semuanya berada di bawah pengawasan ketat BRIN,” ujarnya.
Marindo mengatakan mekanisme pemanfaatan sekaligus pengamanan data masih dalam pembahasan bersama pemerintah pusat. Pembahasan melibatkan BRIN, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta sejumlah kementerian terkait.
Di sisi lain, Marindo menegaskan Satelit Lampung-I belum beroperasi penuh untuk menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan secara luas.
Saat ini, satelit masih dalam tahap peluncuran dan pengumpulan data atau collecting data. Sementara mekanisme operasional dan pemanfaatan hasil datanya masih dibahas bersama BRIN.
“Belum, karena saat ini satelit masih dalam proses peluncuran dan tahap pengumpulan data (collecting data). Selain itu, pengoperasiannya masih terus dibahas dengan BRIN,” jelasnya.
Sehingga, Pemprov Lampung belum bisa memberikan gambaran rinci terkait hasil maupun bentuk pemanfaatan data yang nantinya dihasilkan. Tetapi Marindo, memastikan akan menyampaikan hasilnya kepada publik.
“Data (dari Satelit) bukan berupa aplikasi, melainkan dalam bentuk kumpulan data (data mentah) yang nantinya bisa dielaborasi dan dikolaborasikan bersama-sama untuk kepentingan penelitian,” ungkapnya.
Data tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan peneliti maupun generasi muda di Lampung untuk melakukan riset terkait kondisi geografis dan spasial wilayah Lampung.Panduan & Petunjuk Perjalanan
Pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, termasuk pertanian dan ekonomi. Namun, pada tahap awal, pemanfaatan data Satelit Lampung-I masih difokuskan pada kepentingan penelitian bersama.











