Lahat, Rilispublik– Ratusan peserta memadati Lapangan Gelora Serame untuk mengikuti Lomba Tradisional yang digelar Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lahat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Beragam permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan berhasil menciptakan suasana perlombaan yang meriah, penuh gelak tawa, dan kekeluargaan.
Selain sebagai sarana hiburan, perlombaan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali permainan tradisional yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpeserta.
Menurutnya, makna kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni formal, tetapi juga lewat aktivitas yang mampu membangun kebersamaan, sportivitas, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin masyarakat, khususnya para peserta, merasakan langsung semarak peringatan kemerdekaan. Selain hiburan, ajang ini juga menanamkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas,” ujar Hasperi.
Tingginya antusiasme peserta sudah terasa sejak awal perlombaan dimulai. Gemuruh sorak-sorai dari para pendukung makin menghidupkan suasana di Lapangan Gelora Serame. Para peserta tampil maksimal bukan sekadar mengejar juara, melainkan untuk menikmati momen kebersamaan menyambut hari bersejarah bangsa.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa permainan tradisional memiliki nilai filosofis yang tetap relevan di era modern. Di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya kerja sama, ketangkasan, keberanian, dan kekompakan.
Melalui kemeriahan lomba tradisional ini, Pemerintah Kabupaten Lahat berharap semarak HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi agenda tahunan biasa, tetapi juga mampu memperkuat rasa persatuan dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional.
Dari Lapangan Gelora Serame, semangat kemerdekaan terpancar nyata—bukan hanya melalui kibaran Sang Saka Merah Putih, melainkan juga lewat tawa, kekompakan, dan antusiasme ratusan peserta yang bersatu merayakannya.
(Johan Kr)











