Ketika Sungai di Sinar Jaya Dipertanyakan: Antara Perkebunan Sawit dan Kekhawatiran Warga

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUSI BANYUASIN, Rilis Publik— Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, terdapat aliran sungai yang menjadi bagian dari lingkungan kehidupan masyarakat.

Namun belakangan, kondisi aliran sungai tersebut menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya dampak aktivitas perkebunan kelapa sawit milik PT Musi Andalan Sumatra 3 Divisi I.

Bagi masyarakat sekitar, sungai bukan sekadar aliran air. Sungai merupakan bagian dari lingkungan yang keberadaannya perlu dijaga. Karena itu, setiap perubahan terhadap kondisi sungai dapat menimbulkan pertanyaan, terlebih jika berada tidak jauh dari aktivitas perusahaan perkebunan.

Dugaan dampak tersebut tentu harus dilihat secara objektif. Apakah perubahan yang terjadi memang berkaitan dengan aktivitas perkebunan, atau terdapat faktor lain?

Jawabannya tidak cukup hanya dengan dugaan maupun perdebatan di tengah masyarakat.

Diperlukan pemeriksaan lapangan dan data lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah melalui instansi yang berwenang memiliki peran penting untuk memastikan aktivitas usaha berjalan seiring dengan kewajiban menjaga lingkungan.

Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan di wilayah operasionalnya, termasuk langkah pencegahan agar kegiatan perkebunan tidak mengganggu fungsi sungai.

Persoalan ini pada akhirnya bukan sekadar tentang perusahaan dan masyarakat.

Ini tentang bagaimana pembangunan ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Karena ketika sungai berubah, yang dipertaruhkan bukan hanya air yang mengalir, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah mereka.

Dugaan ini masih membutuhkan verifikasi resmi dan konfirmasi dari PT Musi Andalan Sumatra 3 Divisi I maupun instansi berwenang.

Awak media mecoba mengkonfirmasi askep Divisi I firdaus. Melalui pesan wassap Terkait pemberitaan ini
Hingga berita ini di terbitkan. Pihak perusahaan memilih bungkam

Berita Terkait

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkab Lahat dan PGRI Gelar Lomba Permainan Tradisional di Lapangan Gelora Serame
Kapolsek Rambang Pimpin Langsung Pengamanan dan Kegiatan Lomba Gerak Jalan Semarak HUT RI ke-81  
Kotak Amal Musala Attarbiya Diduga Dibobol, Uang Sedekah Hilang — Polisi Lakukan Penyelidikan
Kotak Amal Musala Attarbiya Diduga Dibobol, Warga Jirak Jaya Geram: Uang Sedekah Jadi Sasaran
Curi Getah Karet dan Melukai Korban, Pelaku Berhasil Diamankan Team Macan Putih Polsek Rambang
Cegah Kejahatan pada Malam Libur, Polsek Rambang Gelar Razia dan Patroli Hunting
Pemkab Lahat Gelar Rapat Finalisasi Materi Pameran Apkasi Expo 2026
Bupati dan Wakil Bupati Lahat Pimpin Rakor, Fokus Normalisasi Sungai dan Penanganan Sampah

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:33

Ketika Sungai di Sinar Jaya Dipertanyakan: Antara Perkebunan Sawit dan Kekhawatiran Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:27

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemkab Lahat dan PGRI Gelar Lomba Permainan Tradisional di Lapangan Gelora Serame

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:15

Kotak Amal Musala Attarbiya Diduga Dibobol, Uang Sedekah Hilang — Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:55

Kotak Amal Musala Attarbiya Diduga Dibobol, Warga Jirak Jaya Geram: Uang Sedekah Jadi Sasaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:43

Curi Getah Karet dan Melukai Korban, Pelaku Berhasil Diamankan Team Macan Putih Polsek Rambang

Berita Terbaru