MUSI BANYUASIN, Rilis Publik— Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, terdapat aliran sungai yang menjadi bagian dari lingkungan kehidupan masyarakat.
Namun belakangan, kondisi aliran sungai tersebut menjadi perhatian setelah muncul dugaan adanya dampak aktivitas perkebunan kelapa sawit milik PT Musi Andalan Sumatra 3 Divisi I.
Bagi masyarakat sekitar, sungai bukan sekadar aliran air. Sungai merupakan bagian dari lingkungan yang keberadaannya perlu dijaga. Karena itu, setiap perubahan terhadap kondisi sungai dapat menimbulkan pertanyaan, terlebih jika berada tidak jauh dari aktivitas perusahaan perkebunan.
Dugaan dampak tersebut tentu harus dilihat secara objektif. Apakah perubahan yang terjadi memang berkaitan dengan aktivitas perkebunan, atau terdapat faktor lain?
Jawabannya tidak cukup hanya dengan dugaan maupun perdebatan di tengah masyarakat.
Diperlukan pemeriksaan lapangan dan data lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah melalui instansi yang berwenang memiliki peran penting untuk memastikan aktivitas usaha berjalan seiring dengan kewajiban menjaga lingkungan.
Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan di wilayah operasionalnya, termasuk langkah pencegahan agar kegiatan perkebunan tidak mengganggu fungsi sungai.
Persoalan ini pada akhirnya bukan sekadar tentang perusahaan dan masyarakat.
Ini tentang bagaimana pembangunan ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Karena ketika sungai berubah, yang dipertaruhkan bukan hanya air yang mengalir, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah mereka.
Dugaan ini masih membutuhkan verifikasi resmi dan konfirmasi dari PT Musi Andalan Sumatra 3 Divisi I maupun instansi berwenang.
Awak media mecoba mengkonfirmasi askep Divisi I firdaus. Melalui pesan wassap Terkait pemberitaan ini
Hingga berita ini di terbitkan. Pihak perusahaan memilih bungkam











