LAMPUNG TIMUR, Rilis Publik — Hubungan pertunangan antara DV Lim (DV), yang disebut sebagai owner dan founder perusahaan di bidang telekomunikasi serta perusahaan internasional, dengan DT, seorang ASN di Kota Metro, Lampung, yang sebelumnya dilangsungkan pada Februari 2026 di Desa Sribasuki, Kecamatan Batanghari, akhirnya berakhir pada September 2026.
Pertunangan tersebut sebelumnya ditandai dengan pemberian peningset berupa cincin dengan berat sekitar 3 gram. Setelah berjalan beberapa bulan, hubungan keduanya berakhir. Namun, DV dan DT memberikan keterangan berbeda mengenai latar belakang berakhirnya pertunangan tersebut.
DV: Pembatalan Dilakukan Sepihak
Saat dikonfirmasi, DV Lim membenarkan bahwa pertunangan yang dilaksanakan pada Februari 2026 telah berakhir.
Menurut DV, keputusan untuk mengakhiri pertunangan tersebut dilakukan oleh pihak DT tanpa terlebih dahulu membicarakannya dengan dirinya maupun keluarga.
“Saya tidak mengharapkan tali ikatan itu dikembalikan. Namun, saya kecewa karena cara dan etika memutus sepihak itu sangat tidak fair bagi saya,” ujar DV.
DV mengungkapkan, salah satu persoalan yang pernah terjadi dalam hubungan mereka bermula ketika dirinya mengetahui DT berkomunikasi dengan laki-laki lain.
“Sebenarnya permasalahan awalnya ketika si DT pernah ketahuan chatting dan komunikasi dengan laki-laki lain. Saat itu saya marah besar, karena menurut saya ketika kita sudah berkomitmen dengan pasangan, kesetiaan adalah hal yang paling utama dan harus dijaga,” katanya.
Di sisi lain, DV menjelaskan bahwa sebagai seorang Kedua Pihak Memiliki Versi Berbeda
Berakhirnya pertunangan DV dan DT tersebut hingga kini disampaikan dengan versi yang berbeda oleh kedua pihak.
DV menyebut keputusan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan dirinya dan keluarga, sementara DT menyatakan keputusan itu diambil setelah adanya persoalan dalam hubungan serta komunikasi yang menurut pengakuannya telah berlangsung selama beberapa waktu.
“Saya ini pebisnis. Setiap saat saya selalu berkomunikasi dengan klien, ada laki-laki dan ada juga perempuan. Jadi kalau DT mengira saya berselingkuh, komunikasi tersebut hanya berkaitan dengan bisnis yang saya jalankan dan tidak lebih dari itu,” jelasnya.
DV juga mengatakan bahwa selama menjalin hubungan, dirinya terbuka kepada DT mengenai sejumlah hal pribadi.
Semua mulai dari HP sampai rekening saya selalu terbuka sama dia. Bahkan sampai hutang-hutangnya pun tetap saya usahakan melunasinya,” ungkap DV.
Menurut DV, dirinya bahkan sempat berencana membicarakan kembali jadwal pernikahan.
“Malam Sabtu kemarin saya sengaja ingin membuat kejutan datang ke rumahnya untuk melangsungkan dan membahas jadwal pernikahan. Tetapi sebelum saya berbicara, pihak keluarga sudah mengatakan bahwa hubungan saya dan Dita tidak perlu dilanjutkan,” tuturnya.
DV mengaku terkejut dengan keputusan tersebut karena menurutnya tidak terlebih dahulu dikomunikasikan kepada dirinya maupun keluarga.
Tunangan yang sudah dilakukan pada Februari dibatalkan sepihak oleh tunangan saya, tanpa ada alasan dan konfirmasi kepada pihak keluarga terlebih dahulu,” ujarnya.
DV juga menyampaikan bahwa pada Minggu, 20 September 2026, dirinya mengaku melihat DT telah melaksanakan pertunangan dengan laki-laki lain. Menurut DV, pada saat itu dirinya merasa belum pernah menerima pemberitahuan secara resmi bahwa hubungan pertunangannya dengan DT telah berakhir.
“Saya siang tadi memergoki bahwa Dita telah melaksanakan pertunangan dengan laki-laki lain, yang statusnya menurut saya masih jelas sebagai tunangan saya,” kata DV.
Meski mengaku kecewa, DV mengatakan dirinya memilih menerima keputusan tersebut.
“Sudah kepalang malu keluargaku karena dibatalkan pertunangannya, ya sudah sekalian saja,” tambahnya.
DT: Pembatalan Bukan Tanpa Alasan
Sementara itu, DT memberikan keterangan berbeda. Ia membantah anggapan bahwa keputusan mengakhiri pertunangan dilakukan tanpa alasan.
Menurut DT, terdapat sejumlah persoalan selama hubungan mereka yang akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk mengakhiri pertunangan tersebut.
DT mengaku selama masih berstatus tunangan, dirinya beberapa kali menemukan komunikasi antara DV dengan perempuan lain. Ia juga mengaku mengalami tekanan emosional akibat ucapan maupun tindakan yang menurut pengakuannya terjadi selama hubungan mereka.
“Selama Mas DV masih berstatus tunangan dengan saya, beliau berkali-kali berhubungan dengan perempuan lain. Berkali-kali membuat psikis dan mental saya sakit karena ucapan dan tindakan Mas Davi,” ujar DT.
DT juga mengklaim pernah terjadi pertengkaran ketika dirinya mengetahui adanya komunikasi antara DV dengan perempuan lain.
Menurut pengakuannya, DV pernah marah dan membanting perabotan rumah ketika terjadi pertengkaran.
“Mas Davi berkali-kali ngamuk dan membanting perabotan rumah di depan saya ketika dia ketahuan chat-an dengan perempuan lain. Seharusnya saya yang marah, tetapi karena saya pernah secinta itu, saya hanya diam,” tuturnya.
DT juga mengaku pernah menerima bentakan melalui telepon setelah mengetahui adanya komunikasi dan ajakan bertemu dengan perempuan lain.
Selain itu, DT mengklaim DV pernah menyampaikan janji untuk menikahi perempuan lain ketika dirinya masih berstatus sebagai tunangan.
Dia tidak pernah menganggap saya sebagai pasangannya. Dia masih bebas berhubungan dengan perempuan lain di belakang saya,” kata DT.
Rencana Pernikahan Sempat Dibicarakan
Selain persoalan komunikasi dengan perempuan lain yang menurut DT menjadi salah satu alasan berakhirnya hubungan tersebut, ia juga menyinggung rencana pernikahan yang sebelumnya telah dibicarakan oleh kedua keluarga.
Menurut DT, setelah pertunangan dilaksanakan, kedua keluarga sempat menentukan tanggal pernikahan, yakni 26 Maret 2026. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak terlaksana.
“Setelah tunangan, dua keluarga sudah menentukan tanggal nikah, yaitu 26 Maret 2026. Tapi tidak jadi. Setelah berbulan-bulan saya dan keluarga digantung tanpa ada informasi kelanjutan tentang pernikahan itu,” ungkapnya.
DT mengatakan dirinya sempat meminta kejelasan mengenai kelanjutan rencana pernikahan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, DV memberikan alasan yang berkaitan dengan pekerjaan.
DT mengaku sejak Juli hingga Agustus 2026 dirinya sudah beberapa kali menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Menurutnya, hubungan keduanya kemudian semakin memanas pada September 2026 dan komunikasi di antara mereka juga sudah semakin jarang.
Sejak Juli sampai Agustus saya sudah minta mundur dari hubungan itu. Namun pada bulan Septemberlah memanasnya dan kami memang sudah jarang berkomunikasi,” ujar DT.
DT mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan kesibukan DV dalam menjalankan pekerjaan maupun bisnisnya.
“Saya tidak masalah dan selalu mendukung kalau memang itu persoalan pekerjaan. Tetapi yang membuat saya sakit hati, Mas Davi tidak fokus dengan rencana kami untuk menikah, tetapi malah berhubungan dengan wanita lain,” tutup DT.











