Kandang Ayam Basri Kembali Berulah, Udara Hangat Berbau Cemari Lingkungan, Pemkab Lampura di Minta Tegas

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, Rilis Publik – Warga Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara kembali dibuat resah oleh kandang ayam milik Basri.

Jika sebelumnya persoalan hanya soal limbah air yang dibuang ke jalan umum, kini masalahnya lebih lumayan parah: udara di sepanjang jalan umum tersebut diduga tercemar kuman.

Warga yang melintas setiap hari mengeluhkan udara terasa tidak normal. Udara terasa hangat, pengap, dan berbau kotoran ayam, kondisi itu di duga kuat berasal dari kandang ayam tersebut.

Meski sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lampung Utara menyebut, kandang ayam yang di perkirakan panjang 100 meter, bersekala kecil. Namun kepentingan masyarakat luas tidak boleh terabaikan.

Kondisi itu di keluhkan warga, lantaran pemilik kandang ayam tersebut, mengabaikan dampak lingkungan di kelurahan Sindangsari, terlebih di lingkungan 3 Sugihwaras.

“Jelas beda hawanya. Kalau lewat situ, udara anget kayak uap, langsung bau kotoran menusuk hidung. Kami yakin udara itu sudah tercemar bakteri dan kuman. Coba si pemilik kandang ayam tersebut ajak anak istrinya selalududuk di lokasi usahan menghirup udara di situ, apakah dia mau” kata salah satu warga Sindangsari, Kamis (18/9/2026).

Menurut warga, aroma tersebut paling menyengat pada pagi dan sore hari, saat angin tidak kencang. Warga khawatir udara hangat berbau itu mengandung amonia dan bakteri berbahaya seperti E.coli dan Salmonella yang berasal dari tumpukan kotoran ayam milik Basri yang tidak dikelola dengan baik.

Ketua pemuda kelurahan setempat juga meminta kepada Pemda untuk menutup sementara kandang ayam tersebut, sampai adanya regulasi aturan mengenai titik lokasi dan kepastian kesehatan lingkungan.

“Pemerintah daerah jangan hanya berpangku tangan, utamakan kepentingan masyarakat, tinjau lokasi dan lihat peraturan perda dan lain sebaginya, tutup kandang ayam itu jika melanggar. Intinya pemerintah jangan berpangku tanganlah ya, jangan sampai keduluan oleh tindakan warga” ujar Fran dalam konfirmasi.

Pemda kabupaten Lampung Utara di minta berdindak tegas, terapkan aturan, baik lokasi usaha dan persyaratan lainnya. Atas kondisi ini, warga mendesak tiga dinas untuk segera bertindak cepat:

1. DLH Lampung Utara diminta turun dengan alat uji kualitas udara (polusi amonia) di sekitar kandang Basri.

2. Dinkes Lampung Utara diminta memeriksa dampak kesehatan udara tersebut terhadap warga sekitar, terutama anak-anak dan lansia.

3. Dinas Perkim Lampung Utara diminta menertibkan kandang yang diduga tidak memiliki filter udara dan IPAL yang layak.

*4. Polpp segera untuk menutup sementara kandang ayam tersebut, sampai segala sesuatu sudah sesuai prosedur lokasi dan dampak lingkungan lainnya selesai.

Warga Sindangsari menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam jika udara tercemar ini terus dibiarkan. Karena yang mereka ketahui titik lokasi untuk usaha kandang ayam di lokasi tersebut apakah sudah memenuhi standar dan aturan pemerintah daerah.

Sebagai informasi, pemilik usaha kandang ayam di kelurahan Sindangsari ini, namanya senter diduga terseret kasus dugaan korupsi rugikan negara miliaran rupiah, dimana kasus itu sedang gencar di ungkap oleh Polda Lampung, menurut kabar Basri dan beberapa orang lain telah di tetapkan sebagi tersangka.

 

(Andre-tim)

Berita Terkait

Gagal Panen, Ekonomi Sulit, Warga Ambarawa Akhiri Hidup
Jendela Masjid Dirusak, Kotak Amal Dibobol — Pengurus Masjid At-Taqwa Lapor Polisi  
Polres Lampung Utara Bersama Bapanas Monitor Harga dan Penyaluran Beras di Sejumlah Lokasi
Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Rumah Kosong, Satu Pelaku Diamankan
Ketua YLPK PERARI Lampung Yunisa Putra Resmi Laporkan Nur Wenda Ratu ke Polres Lampung Tengah
Pelaku Pencurian Honda Vario di Pondok Makan D’ACAI Kotabumi Akhirnya Diamankan Polisi
Pimpinan Yayasan Puri Andanan Jejama Sariyanti Berikan Bantuan Alqur’an di Ponpes Mutiara Umat Desa Sidomulyo
Pemprov Lampung Pastikan Kesiapsiagaan Destana Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:36

Kandang Ayam Basri Kembali Berulah, Udara Hangat Berbau Cemari Lingkungan, Pemkab Lampura di Minta Tegas

Senin, 14 September 2026 - 20:22

Gagal Panen, Ekonomi Sulit, Warga Ambarawa Akhiri Hidup

Senin, 14 September 2026 - 10:08

Jendela Masjid Dirusak, Kotak Amal Dibobol — Pengurus Masjid At-Taqwa Lapor Polisi  

Sabtu, 12 September 2026 - 08:24

Polres Lampung Utara Bersama Bapanas Monitor Harga dan Penyaluran Beras di Sejumlah Lokasi

Sabtu, 12 September 2026 - 08:21

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Rumah Kosong, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terbaru