Buay Madang, Rilis Publik— Di tengah derasnya arus digitalisasi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, pendidikan karakter tidak boleh berjalan di belakang. Kesadaran inilah yang mendorong Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) KUA Buay Madang kembali hadir melalui Bimbingan dan Penyuluhan Edisi V di SDN 2 Banjarsari, Desa Way Halom, Kecamatan Buay Madang.
Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta dan turut menghadirkan Polsek Buay Madang yang diwakili Aiptu Basor Alam sebagai narasumber. Para Penyuluh Agama KUA Buay Madang juga memberikan pembinaan sebagai bagian dari upaya bersama membentuk generasi anak yang memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan menyikapi perkembangan dunia digital secara bijak.
Bagi anak-anak, dunia digital memang menawarkan banyak pengetahuan dan hiburan. Namun tanpa pendampingan, kemudahan tersebut juga dapat membawa berbagai pengaruh terhadap perilaku, pergaulan, dan pembentukan karakter mereka.
Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar memberikan nasihat. Para siswa diajak memahami bahwa menjadi anak hebat bukan hanya tentang pintar menggunakan teknologi, tetapi juga tentang mampu menjaga adab, menghormati orang tua dan guru, memilih pergaulan, serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukan di dunia nyata maupun dunia digital.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Buay Madang yang diwakili Ketua Pokjaluh, Lumatul Arif, S.Pd.I, menyampaikan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah.
“Anak-anak adalah masa depan kita. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, mereka membutuhkan bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak sebagai benteng. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk meraih masa depan justru membawa anak-anak menjauh dari nilai-nilai kebaikan.”
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran untuk hadir lebih dekat dengan generasi muda, memberikan pemahaman agama dengan cara yang mudah diterima, sekaligus membangun kesadaran anak agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Banjarsari, Jelita, M.Pd, yang diwakili Sudirjo, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pokjaluh KUA Buay Madang serta Polsek Buay Madang terhadap pembinaan peserta didik.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan bekal yang terus dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Aiptu Basor Alam dari Polsek Buay Madang juga memberikan warna tersendiri. Siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan, menaati aturan, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Pesan yang dibangun dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi sangat penting: anak-anak boleh tumbuh bersama teknologi, tetapi jangan sampai kehilangan adab karena teknologi.
Melalui Bimbingan dan Penyuluhan Edisi V ini, Pokjaluh KUA Buay Madang berharap sinergi antara KUA, sekolah, kepolisian, dan keluarga dapat terus diperkuat. Sebab membentuk karakter anak bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Hari ini mereka masih duduk di bangku sekolah. Kelak, merekalah yang akan menentukan wajah masyarakat. Karena itu, sebelum dunia mengajarkan mereka banyak hal, biarlah akhlak terlebih dahulu menjadi bekal yang tertanam kuat dalam diri mereka
Rilis (Apri)











