BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik — Penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dinilai penting di tengah perubahan sosial serta derasnya arus informasi di era digital. Hal itu menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilakukan Miftahul Risko, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Miftahul Risko menekankan bahwa wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dipahami secara teori. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, perlu diwujudkan melalui sikap toleransi, gotong royong, menghargai perbedaan serta menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.
Pancasila di Tengah Arus Informasi Digital
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan. Masyarakat kini dapat menerima berbagai informasi dengan cepat, termasuk informasi yang belum tentu benar.
Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting agar masyarakat memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi nilai yang kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan harus kita sikapi dengan kedewasaan dan tetap menjaga persatuan,” pesan Miftahul Risko dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Bukan Sekadar Seremonial
Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemahaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Mulai dari menghormati perbedaan pilihan dan pandangan, menjaga kerukunan antarwarga, hingga menggunakan media sosial secara bijak menjadi bagian dari praktik sederhana dalam mengamalkan nilai Pancasila.
Kegiatan pada 6 Oktober 2026 tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Pancasila menjadi titik temu di tengah keberagaman, sementara wawasan kebangsaan menjadi bekal untuk merawat persatuan.











