BANDAR LAMPUNG, Rilis Publik — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung turut hadir dan mengawal pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026, Rabu (7/10/2026) di Ruang Rapat Utama.
Kehadiran Sekdaprov menjadi bukti komitmen penuh Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan para calon pemimpin tinggi institusi keamanan, khususnya terkait penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pemaparan strategis yang disambut dan didukung penuh oleh Sekdaprov. Fokus utama yang ditekankan: sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian Lampung, dengan 1,7 juta warga bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun sekitar 60 persen dari total penduduk.
“Kalau 60 persennya penduduk ini adalah petani, maka yang paling menyebabkan naik-turunnya perekonomian suatu daerah kami ini adalah pertanian sebenarnya,” ujar Gubernur Mirza.
Sekdaprov memastikan arah kebijakan Desaku Maju menjadikan desa sebagai pusat produksi sekaligus pengolahan hasil pangan dijalankan secara konsisten dan terintegrasi. Selama ini, produksi besar padi (3,2 juta ton), jagung (1,7 juta ton), serta ubi kayu terbesar se-Indonesia belum sepenuhnya menyejahterakan petani, karena hasil dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Pangan di Provinsi Lampung ini selama ini belum bisa memakmurkan masyarakat Lampung. Petani kita menjual bahan mentah, daya tawar pun lemah,” jelas Gubernur, didampingi Sekdaprov.
Oleh karenanya, Pemprov memperluas Pupuk Hayati Cair (PHC) ke 2.000 desa pada 2026 dan menempatkan mesin pengering hasil panen di 400 desa, agar komoditas keluar dari wilayah sudah bernilai tambah tinggi. Sekdaprov juga mengawal sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Bulog, hingga kolaborasi lintas sektor bersama TNI dan Polri.
“Kami tidak lagi mengirim gabah ke luar Lampung, kami kirim beras. Desa bukan hanya memproduksi pangan, tapi barang jadi,” tegas Gubernur.
Pimpinan Rombongan Sespimti Polri, Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, menyambut baik dukungan langsung jajaran Pemprov yang diwakili Sekdaprov. Ia menegaskan kegiatan ini menjembatani teori kepemimpinan dengan realitas lapangan.
“Pemimpin tinggi harus mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi lintas sektoral, dan mengambil keputusan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kehadiran Sekdaprov menegaskan: seluruh rencana besar ini bukan sekadar wacana, melainkan program yang telah disusun matang dan siap dieksekusi bersama seluruh elemen bangsa di Lampung.











