Publik Pertanyakan Anggaran Belanja Seragam Olahraga DLH Bojonegoro Rp 268 Juta

Kamis, 17 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO//Rilis Publik – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro kembali menjadi sorotan publik, pasalnya dalam tahun anggaran APBD 2024 penggunaan biaya belanja seragam olahraga sebesar Rp 268.216.700, dinilai tidak logis.

 

Hasil telusur pewarta didapati dokumen pada laman website Sistem Informasi Rencana Umum Pembiayaan (SIRUP), sumber anggaran tersebut berasal dari APBD tahun 2024.

 

Besarnya anggaran tersebut memicu pertanyaan serius mengenai efisiensi dan alokasi dana publik juga acuan indeks harga yang dijadikan dasar untuk penganggarannya.

 

Belanja pakaian seragam Staf DLH untuk kegiatan olahraga dengan menggunakan metode e-purchasing sejumlah 900 setel dengan anggaran Rp 268.216.700 dianggap sangat berlebihan tanpa pertimbangan efisiensi anggaran.

 

Menanggapi kondisi hal tersebut, sebut saja Galih (bukan nama sebenarnya) seorang pengusaha konveksi lokal menilai bahwa, anggaran tersebut sangat besar untuk belanja pakaian seragam olahraga dan sepertinya tidaklah wajar.

 

Kritikan pedas pun dilontarkan, menurutnya anggaran sebesar itu mengindikasikan penggunaan bahan baku yang sangat premium, dengan nada sinis ia menyatakan dengan logika sederhana, bahwa belanja tersebut di duga syarat dengan kepentingan dan terkesan asal belanja untuk menyerap dan menghabiskan anggaran.

 

“Dari nilai anggaran dan belanja barang pakaian olahraga, jika dihitung-hitung, mungkin bahan yang digunakan adalah Sutra atau bahan corak Mas Cendana maupun Gaharu. ” jelasnya dalam ketidakpercayaan.

 

Terpisah, Koh Ahsin aktivis pegiat informasi setingkat kolam pancing menimpali adanya hal tersebut, menurutnya belanja menggunakan metode E-Purchasing memang lebih efektif efisien, namun disisi lain kerap menjadi alasan dan pertanyaan, bahkan menjadikan alasan berlindung dalam kenyamanan berkonspirasi.

 

“Pengadaan E-Purchasing lebih tertutup, hanya orang-orang tertentu yang tau spesifikasi barang yang dibeli, publik tidak dapat mengetahui, siapa pihak ketiga selaku penyedia barang dan jasa, bisa jadi mereka itu bagian dari panitia pengadaan barang” jelasnya.

 

Mengenai harga barang yang dibeli Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menyerap ratusan juta, ia mempertanyakan alasan dinas secara akademis, perihal acuan harga dasar barang serta indeks parameternya serta legalisasi orltoritasinya, selain itu ia juga meragukan jumlah pegawai staf yang jumlahnya mencapai 900 personil.

 

“Dananya ratusan juta, dasar penetapan harga pakaian olahraga tidak jelas, parameter. Indeks harga satuan barang tidak rasional, surat keputusan otorisasinya dari pejabat siapa yang menerbitkannya, ini perlu transparan, karena mereka iti pengguna anggaran publik, emangnya staf pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jumlahnya sampai 900 orang, belanjanya kok berlebihan.” lanjut Koh Ahsin dalam bertanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro yang baru ketika dikonfirmasi pewarta terkait Ihwal diatas ia menjawab tidak bisa menjelaskan.

 

“Ngapunten untuk tahun 2024 saya tidak tahu mas,” Ujarnya

 

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang lama saat dikonfirmasi pewarta terkait Ihwal diatas ia mengatakan datang langsung ke DLH.

 

“Mungkin bisa ditanyakan langsung ke DLH nggih,” jawab singkat Kadin lama DLH Bojonegoro melalui pesan id WhatsApp.

 

[Team/Red]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru