Bojonegoro Rilis Publik – Warga Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, menggelar demonstrasi di depan gudang penimbunan minyak mentah di RT 12, RW 2. Aksi ini dipicu bau menyengat yang telah mengganggu warga selama kurang lebih satu minggu.
Sabtu ,(26/04/2025).
Sulaiman, salah satu warga yang terdampak, menyatakan, bau tersebut berdampak buruk pada kesehatan warga.
“Saya menduga baunya adalah bau minyak mentah dari Wonocolo, karena sering melewati Kasiman dan Wonocolo, dan baunya sangat mirip,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bau tersebut menyebabkan pusing, mual, dan sesak napas, tidak hanya pada dirinya, tetapi juga keluarganya dan warga sekitar.
Ketidakpuasan warga semakin memuncak karena lambannya penanganan masalah oleh pemerintah desa. Meskipun telah dilakukan sidak, belum ada tindakan nyata yang diambil.
Sulaiman kepada awak Media RilisPublik.com menambahkan.
“Aksi demonstrasi terpaksa kami lakukan karena bau sangat menyengat hingga ke rumah saya, meskipun berbeda RT, seluruh desa merasakan dampaknya.”ucapnya.
Kepala Desa Mojosari, M.Teguh Rahayu membenarkan adanya penimbunan minyak mentah di lokasi tersebut melalui konfirmasi id WhatsApp. Ia menjelaskan.
“Saya sudah mendatangi lokasi bersama tiga pilar Desa. Bau menyengat ini terjadi karena proses pemindahan minyak dari Wonocolo. Pengumuman terkait bau menyengat saat pemindahan telah disampaikan di grup RT Desa.” Katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa gudang tersebut milik seorang warga luar daerah, yaitu Surabaya.
Meskipun Kepala Desa Mojosari M. Teguh Rahayu, mengimbau warga untuk menahan diri sementara waktu karena proses pemindahan minyak masih berlangsung, demonstrasi tetap berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pada pukul 20.16 wib, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengamanan dari Polsek Kalitidu.
[Ahmad/Team]











