Proyek Rumah Sakit Onkologi Bojonegoro Menuai Kontroversi

Selasa, 29 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Rilis Publik – Pembangunan Rumah Sakit Onkologi di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bernilai Rp 18,94 miliar, kini tersendat dan memicu polemik di Masyarakat.

 

Proyek ini diharapkan menjadi harapan baru bagi layanan kesehatan Masyarakat Bojonegoro, namun masih banyak tanda tanya besar seputar Transparansi, Kelayakan Lokasi, dan Partisipasi Warga.

Selasa, 29/04/2025.

 

Menurut Haryono, pegiat sosial setempat, mengkritik tajam arah kebijakan ini.

 

“Orientasinya lebih ke proyek, bukan perencanaan yang matang,” ujar Kang Har pangilan akrabnya.

 

Ia menilai proyek ini minim kajian lingkungan, tidak melibatkan warga secara menyeluruh, dan terkesan dipaksakan. Menurutnya, Pemkab Bojonegoro harus menggunakan anggaran secara benar dan tidak menghambur-hamburkannya tanpa perhitungan matang.

 

Selain itu,Kang Har juga menyarankan agar Wakil Rakyat segera turun tangan dan masing-masing komisi DPRD melakukan kajian dan pengawasan terhadap proyek ini. Komisi A mengkaji hukumnya, Komisi B memeriksa anggaran, Komisi C menganalisis aspek sosial, dan Komisi D memeriksa standar konstruksi. Dengan demikian, Pemkab Bojonegoro dapat menindaklanjuti rekomendasi hasil kerja DPRD lintas komisi.

 

Tingkat kemiskinan di Bojonegoro masih tinggi, sehingga penggunaan anggaran harus tepat sasaran.

 

“Jangan lupa tingkat kemiskinan di Bojonegoro masih tinggi, Pemkab harusnya menggunakan anggarannya secara benar,” kata Kang Har.

 

Proyek pembangunan Rumah Sakit Onkologi ini telah mengalami keterlambatan dan baru mencapai 80% progres fisik. Komisi C DPRD Bojonegoro telah melakukan inspeksi mendadak dan meminta penjelasan dari pihak terkait.

 

Masyarakat kini mempertanyakan siapa yang akan mengelola rumah sakit ini dan bagaimana keberlanjutan operasionalnya.

 

“Kebutuhan untuk operasionalnya nanti sangat besar, dan apakah Pemkab Bojonegoro sudah cukup cakap mengelolanya?” tanya Kang Har.

(Ahmad/Red)

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru