Way Kanan, Rilis Publik – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan lokal dan menanamkan nilai-nilai kemandirian pada siswa, SMAN 1 Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, meluncurkan program ketahanan pangan berbasis sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemanfaatan lahan sekolah untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura oleh para siswa dan guru.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif “Sekolah Hijau dan Mandiri Pangan” yang dicanangkan sejak awal tahun ajaran 2024/2025. Dengan mengusung prinsip edukatif dan produktif, SMAN 1 Rebang Tangkas menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari kurikulum projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa akan pentingnya kedaulatan pangan sejak dini,” ujar Kepala SMAN 1 Rebang Tangkas, [Dewi Kartika Sari SPD MPD], saat ditemui di lokasi kebun sekolah. “Selain sebagai sarana pembelajaran kontekstual, program ini juga melatih siswa untuk bertanggung jawab, bekerja sama, dan mencintai lingkungan.”
Berbagai jenis tanaman ditanam di lahan sekolah, seperti cabai, tomat, terong, kangkung, dan jagung. Tidak hanya menanam, siswa juga diajarkan teknik perawatan tanaman, penggunaan pupuk organik, serta pengelolaan hasil panen. Bahkan sebagian hasil panen digunakan untuk konsumsi kegiatan sekolah dan disumbangkan ke masyarakat sekitar.
Program ini mendapat respons positif dari warga sekolah dan orang tua siswa. Selain menambah wawasan praktis, kegiatan tersebut juga dianggap sebagai solusi kreatif dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah isu perubahan iklim dan krisis pangan global.
Dengan adanya program ini, SMAN 1 Rebang Tangkas membuktikan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan pendidikan yang partisipatif dan berkelanjutan
Rep Dailami









