Di Balik SPBU Sei Kijang Jejak Pelansiran Solar yang Tercium Namun Tak Tertangkap

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan, Rilis Publik – Di balik ramainya aktivitas kendaraan di SPBU Sei Kijang, tersimpan sebuah cerita yang selama ini hanya beredar dari mulut ke mulut. Cerita tentang solar bersubsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil, namun mengalir ke jerigen-jerigen di lokasi tersembunyi. Cerita yang kini bukan lagi dugaan, tetapi terbentang jelas melalui pengakuan para pelakunya sendiri.

Seorang security Pertamina bernama Rido menjadi pintu pertama terbukanya praktik ini. Ia mengakui bahwa pengisian truk tangki diperbolehkan hingga 100 liter setiap dua jam. Sebuah aturan yang semestinya untuk mengatur, namun justru berubah menjadi celah empuk bagi oknum yang ingin mempermainkan distribusi energi negara.

Celakanya, celah itu benar-benar digunakan.
Seorang sopir perusahaan CLS, yang beroperasi di Pekanbaru–Sigunggung, dengan lantang mengakui bahwa ia mengisi solar di SPBU Sei Kijang, lalu memindahkannya ke jerigen-jerigen yang disembunyikan di sebuah lokasi di daerah Sei Kijang. Pengakuan ini bukan sekadar kabar angin—ini kesaksian dari tangan yang menjalankan praktik tersebut.

Lebih tajam lagi, seorang pemilik warung di sekitar lokasi memastikan bahwa pelansiran memang terjadi. Saat ia melihatnya, terdapat enam jerigen berisi solar subsidi—solar yang seharusnya menggerakkan roda ekonomi rakyat, bukan mengalir ke tempat-tempat gelap yang tak tersentuh pengawasan.

Warga bertanya-tanya:
Bagaimana mungkin jerigen-jerigen itu bisa terisi bebas, tepat di bawah hidung SPBU?
Ke mana mata pengawasan mengarah selama ini?
Mengapa suara-suara kecil ini dibiarkan tanpa tindak tegas?

Solar subsidi adalah nyawa bagi nelayan, petani, pengangkut barang, dan masyarakat kecil. Namun jejak-jejak pengakuan ini menunjukkan bahwa ada pihak yang bermain di tengah kebutuhan rakyat. Praktik pelansiran ini bukan sekadar pelanggaran—ini penjarahan terhadap hak masyarakat banyak.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat penegak hukum dan manajemen SPBU belum memberikan pernyataan resmi. Namun satu hal kini jelas: bau penyimpangan itu sudah menyeruak ke permukaan.
Dan publik menunggu, apakah jejak solar subsidi yang dialirkan ke jerigen-jerigen itu akan ditindak, atau kembali tenggelam dalam sunyi seperti kasus-kasus sebelumnya.

Berita Terkait

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan
PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I
Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat
UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan
Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM
IMF Soroti Tower Mitratel di Tanjung Baru, Warga Minta Legalitas dan Keselamatan Diverifikasi
Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia, Kapolsek Rambang Tekankan Pentingnya Cinta Tanah Air
Tumbuhkan Semangat Belajar Anak, KKN-TK Kelompok 13 Unigoro Gelar Bimbingan Belajar di SDN Bobol V

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:46

Plat Merah Jadi Hitam, Mobil Dinas Lampura Diduga Disalahgunakan

Selasa, 22 September 2026 - 20:10

PTBA Hadirkan Akses Air Berbasis Energi Surya bagi Warga Talang Jawa Sidomulyo I

Jumat, 18 September 2026 - 16:53

Polsek Rambang Gelar Program BELIDA ASRI, Bersihkan Masjid dan Lingkungan Desa Sugihwaras Barat

Selasa, 8 September 2026 - 09:46

UPPKB Sajoening Gencar Tindak Kendaraan ODOL, Jaga Infrastruktur Dan Tekan Angka Kecelakaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:06

Anak Perusahaan PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) Raih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM

Berita Terbaru