Bank Lampung Paparkan Kinerja Keuangan, Laba Tumbuh 22,85 Persen

Jumat, 10 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Bandarlampung, Rilis Publik – Bank Lampung mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,89 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Semester I 2026.

Di saat yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 11,36 persen, total aset tumbuh 6,38 persen, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 2,86 persen, menunjukkan kinerja perbankan yang tetap sehat.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, mengatakan penyaluran kredit Bank Lampung hingga Juni 2026 tumbuh 9,89 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit produktif yang naik 10,34 persen, lebih tinggi dibanding kredit konsumtif yang tumbuh 8,60 persen.

 

“Kami terus mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah agar mampu memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi Lampung,” ujarnya dalam paparan kinerja Semester I 2026 pada kegiatan Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung di Hotel Azana, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, lima sektor ekonomi yang menjadi fokus pembiayaan Bank Lampung meliputi pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan, aktivitas keuangan, industri pengolahan, serta konstruksi.

Hingga Juni 2026, outstanding kredit UMKM telah mencapai Rp1,09 triliun, kredit korporasi Rp957 miliar, sedangkan outstanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp918 miliar.

Di sisi kualitas aset, Bank Lampung berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,86 persen.

 

Angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimal 5 persen yang ditetapkan regulator sehingga mencerminkan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Tak hanya penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 11,36 persen secara tahunan, sementara total aset tumbuh 6,38 persen.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, Bank Lampung juga berada pada posisi yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 29,27 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,55 persen, serta rasio AL/NCD mencapai 82,66 persen. Seluruh indikator tersebut berada pada level yang dinilai sehat dan mendukung ekspansi bisnis.

Transformasi digital juga terus dilakukan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna layanan mobile banking Bank Lampung mencapai 186.128 pengguna atau tumbuh 22,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Sementara jumlah agen Laku Pandai meningkat 53,34 persen menjadi 3.107 agen dan merchant QRIS bertambah 23,39 persen menjadi 12.295 merchant.

Dari sisi profitabilitas, Bank Lampung membukukan laba sebesar Rp133,62 miliar atau tumbuh 22,85 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut ditopang Net Interest Income (NII) yang meningkat 20,31 persen menjadi Rp366,09 miliar.

Rasio profitabilitas juga tetap kuat dengan Return on Assets (ROA) 3,03 persen, Return on Equity (ROE) 17,25 persen, dan Net Interest Margin (NIM) 7,01 persen, seluruhnya berada di atas rata-rata industri perbankan nasional.

 

Bank Lampung menargetkan laba hingga akhir 2026 mencapai Rp225,09 miliar dengan modal inti yang kini telah mencapai Rp1,59 triliun sebagai modal untuk terus memperluas pembiayaan bagi pembangunan ekonomi di Provinsi Lampung.(*)

Berita Terkait

OJK dan Pemprov Lampung Gerakkan 1.000 Penyuluh Agama Jadi Agen Keuangan Sehat
Pemprov Lampung Minta Perluas GunakanBahasa Daerah untuk Lestarikan Budaya
Kasus Dugaan Penggelapan 7 Mobil Rental Belum Gelar Perkara, POLDA Lampung Disorot Saksi melibatkan oknum polisi dan anggota DPRD
Kapolda Lampung Berganti, Irjen Helfi Assegaf Promosi Bintang Tiga di Kementerian RI
Pemprov Lampung Integrasikan Agroforestri Kakao dan Desa Wisata Pekon Ampai
RSUDAM Lampung Raih Piagam Apresiasi dari DJP Bengkulu-Lampung
Tekan Perceraian, Pemprov Lampung dan Pengadilan Tinggi Agama Jalin Kerja Sama
Sukses Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:21

OJK dan Pemprov Lampung Gerakkan 1.000 Penyuluh Agama Jadi Agen Keuangan Sehat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:51

Pemprov Lampung Minta Perluas GunakanBahasa Daerah untuk Lestarikan Budaya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:00

Kasus Dugaan Penggelapan 7 Mobil Rental Belum Gelar Perkara, POLDA Lampung Disorot Saksi melibatkan oknum polisi dan anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09

Kapolda Lampung Berganti, Irjen Helfi Assegaf Promosi Bintang Tiga di Kementerian RI

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:57

Pemprov Lampung Integrasikan Agroforestri Kakao dan Desa Wisata Pekon Ampai

Berita Terbaru