Bantuan Sudah Disalurkan, Lalu Apa Kabar Kesejahteraan Penerima GAYATRI?

- Editor

Senin, 8 Juni 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro –Rilispublik | Program GAYATRI telah berjalan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Namun di balik penyaluran bantuan yang telah dilakukan, muncul pertanyaan yang mulai mengemuka di tengah publik: sejauh mana program tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat?

Aktivis masyarakat, Donny Tri Mahardika, menilai bahwa keberhasilan Program GAYATRI tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang telah disalurkan maupun banyaknya kandang yang telah dibangun. Menurutnya, ukuran yang paling penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat setelah program dijalankan.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi. Karena itu, yang perlu dijawab bukan hanya berapa bantuan yang telah disalurkan, tetapi sejauh mana kondisi ekonomi penerima manfaat mengalami perubahan setelah program berjalan,” ujarnya.

Menurut Donny, publik berhak mengetahui indikator yang digunakan pemerintah dalam mengevaluasi efektivitas Program GAYATRI. Transparansi tersebut penting untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan manfaat sesuai tujuan program.

Ia menilai sejumlah indikator seperti tingkat produktivitas ternak, peningkatan pendapatan penerima manfaat, tingkat keberlanjutan usaha, hingga perkembangan kelompok penerima bantuan perlu dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jika ukuran keberhasilan hanya berhenti pada tersalurkannya bantuan atau berdirinya kandang, maka kita berpotensi mengabaikan tujuan utama program. Yang harus menjadi perhatian adalah apakah masyarakat penerima manfaat benar-benar menjadi lebih sejahtera dibandingkan sebelum mendapatkan bantuan,” katanya.

Sebagai instansi teknis pelaksana program, Dinas Peternakan dan Perikanan memiliki peran penting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, hingga pengawasan. Karena itu, evaluasi terhadap capaian program perlu dilakukan secara berkala dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Donny juga mendorong agar proses evaluasi Program GAYATRI melibatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, masukan dari penerima manfaat, kelompok peternak, akademisi, maupun elemen masyarakat sipil dapat menjadi bahan penting untuk mengukur efektivitas program secara lebih objektif.

“Program ini menggunakan anggaran publik dan ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun temuan di lapangan agar evaluasi yang dilakukan benar-benar mencerminkan kondisi yang terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa publik tidak hanya perlu mengetahui berapa bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga indikator resmi yang digunakan pemerintah untuk menyatakan Program GAYATRI berhasil serta data capaian yang mendukung klaim tersebut.

Menurutnya, keterbukaan data dan partisipasi publik merupakan bagian penting dari akuntabilitas penyelenggaraan program pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai secara objektif sejauh mana program yang dibiayai oleh anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi penerima bantuan.

“Jika program berhasil tentu layak diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah memastikan tujuan utamanya benar-benar tercapai. Pemerintah perlu menjelaskan indikator keberhasilan yang digunakan, capaian yang telah diraih, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Dengan begitu, publik dapat menilai secara objektif sejauh mana Program GAYATRI berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

[Red]

Berita Terkait

Diduga Cemari Sungai, PT Palma Sumber Lestari Dilaporkan ke Kejagung RI
Ribuan Jamaah Haji Bojonegoro Pulang dan Warisan Keberanian yang Pernah Diawasi Kolonial
Oknum Wartawati Berinisial SF Jadi Sorotan: Diduga Ancaman Pelaku Usaha demi Uang, Langgar Kode Etik Jurnalistik
BPR Sebut Demi Transparansi, Tapi Dana CSR Pedagang Mlijo Belum Dijelaskan Secara Terbuka
SABDO DADI IDU GENI: Menengok Esensi Ruwatan Diri dan Ikhtiar Pasrah di Hadapan Altar Keheningan
Dari Purwosari untuk Bojonegoro,Sahila Dinilai Jadi Cahaya Harapan Baru Perjuangan Aspirasi Rakyat Dapil 5
Petakan Potensi dan Tantangan Desa Sejak Dini, Kelompok 3 KKN-TK Unigoro Turun Langsung ke Desa Pejok
Hasil Audiensi Pansel Dinilai Tunjukkan Lemahnya Penelusuran Rekam Jejak, Teras Center Minta Klarifikasi Resmi Bupati

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:10 WIB

Diduga Cemari Sungai, PT Palma Sumber Lestari Dilaporkan ke Kejagung RI

Senin, 8 Juni 2026 - 18:58 WIB

Bantuan Sudah Disalurkan, Lalu Apa Kabar Kesejahteraan Penerima GAYATRI?

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:29 WIB

Oknum Wartawati Berinisial SF Jadi Sorotan: Diduga Ancaman Pelaku Usaha demi Uang, Langgar Kode Etik Jurnalistik

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:51 WIB

BPR Sebut Demi Transparansi, Tapi Dana CSR Pedagang Mlijo Belum Dijelaskan Secara Terbuka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:28 WIB

SABDO DADI IDU GENI: Menengok Esensi Ruwatan Diri dan Ikhtiar Pasrah di Hadapan Altar Keheningan

Berita Terbaru

Sumsel

KPK OTT Bupati Muara Enim Edison

Senin, 8 Jun 2026 - 18:57 WIB