Bojonegoro –Rilispublik | Program GAYATRI telah berjalan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Namun di balik penyaluran bantuan yang telah dilakukan, muncul pertanyaan yang mulai mengemuka di tengah publik: sejauh mana program tersebut benar-benar meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat?
Aktivis masyarakat, Donny Tri Mahardika, menilai bahwa keberhasilan Program GAYATRI tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang telah disalurkan maupun banyaknya kandang yang telah dibangun. Menurutnya, ukuran yang paling penting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat setelah program dijalankan.
“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi. Karena itu, yang perlu dijawab bukan hanya berapa bantuan yang telah disalurkan, tetapi sejauh mana kondisi ekonomi penerima manfaat mengalami perubahan setelah program berjalan,” ujarnya.
Menurut Donny, publik berhak mengetahui indikator yang digunakan pemerintah dalam mengevaluasi efektivitas Program GAYATRI. Transparansi tersebut penting untuk memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan manfaat sesuai tujuan program.
Ia menilai sejumlah indikator seperti tingkat produktivitas ternak, peningkatan pendapatan penerima manfaat, tingkat keberlanjutan usaha, hingga perkembangan kelompok penerima bantuan perlu dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Jika ukuran keberhasilan hanya berhenti pada tersalurkannya bantuan atau berdirinya kandang, maka kita berpotensi mengabaikan tujuan utama program. Yang harus menjadi perhatian adalah apakah masyarakat penerima manfaat benar-benar menjadi lebih sejahtera dibandingkan sebelum mendapatkan bantuan,” katanya.
Sebagai instansi teknis pelaksana program, Dinas Peternakan dan Perikanan memiliki peran penting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, hingga pengawasan. Karena itu, evaluasi terhadap capaian program perlu dilakukan secara berkala dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Donny juga mendorong agar proses evaluasi Program GAYATRI melibatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, masukan dari penerima manfaat, kelompok peternak, akademisi, maupun elemen masyarakat sipil dapat menjadi bahan penting untuk mengukur efektivitas program secara lebih objektif.
“Program ini menggunakan anggaran publik dan ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun temuan di lapangan agar evaluasi yang dilakukan benar-benar mencerminkan kondisi yang terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa publik tidak hanya perlu mengetahui berapa bantuan yang telah disalurkan, tetapi juga indikator resmi yang digunakan pemerintah untuk menyatakan Program GAYATRI berhasil serta data capaian yang mendukung klaim tersebut.
Menurutnya, keterbukaan data dan partisipasi publik merupakan bagian penting dari akuntabilitas penyelenggaraan program pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai secara objektif sejauh mana program yang dibiayai oleh anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi penerima bantuan.
“Jika program berhasil tentu layak diapresiasi. Namun yang lebih penting adalah memastikan tujuan utamanya benar-benar tercapai. Pemerintah perlu menjelaskan indikator keberhasilan yang digunakan, capaian yang telah diraih, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Dengan begitu, publik dapat menilai secara objektif sejauh mana Program GAYATRI berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
[Red]









