MUSI BANYUASIN, Rilis Publik— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Sebanyak 11 putra-putri daerah berhasil menembus seleksi program Beasiswa SDMP (Sumber Daya Manusia Sawit) dan memperoleh beasiswa penuh non-APBD di AKPY STIPER Yogyakarta tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi kabar positif di tengah kebutuhan dunia kerja terhadap generasi muda yang tidak hanya memiliki pendidikan formal, tetapi juga menguasai keterampilan teknis yang sesuai dengan potensi ekonomi daerah.
Ke-11 penerima beasiswa tersebut dijadwalkan bertolak menuju Yogyakarta pada Jumat (25/9/2026) pukul 13.30 WIB dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Program ini menjadi kesempatan bagi putra-putri Muba untuk mendapatkan pendidikan vokasi di bidang perkebunan kelapa sawit tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga, AP, mengungkapkan keberhasilan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses sosialisasi program yang sebelumnya dilakukan bersama AKPY STIPER Yogyakarta pada April 2026.
Sosialisasi digelar di dua wilayah strategis, yakni Kecamatan Lawang Wetan dan Kecamatan Sungai Lilin.
Hasilnya cukup signifikan. Dari 76 peserta yang dinyatakan lolos seleksi se-Sumatera Selatan, 11 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin.
Artinya, putra-putri Muba mengambil bagian penting dalam program pengembangan SDM yang diarahkan pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Dari Muba untuk Masa Depan Industri Sawit
Perwakilan AKPY STIPER Yogyakarta, Arief Panca Putra, STP., M.Si., yang mewakili Rektor Dr. Sri Gunawan, SP., MP., menjelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi di Muba merupakan bagian dari tindak lanjut atas inisiatif dan permintaan Disnakertrans Muba.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan para pemuda Muba untuk mengikuti proses seleksi secara terbuka hingga akhirnya 11 orang dinyatakan berhasil memperoleh beasiswa.
Bagi Kabupaten Muba, capaian ini memiliki arti penting. Daerah dengan potensi perkebunan kelapa sawit membutuhkan SDM yang memahami sektor tersebut secara teknis, mulai dari pembibitan, pemeliharaan hingga aspek teknik perkebunan.
Karena itu, pendidikan vokasi menjadi salah satu jalur yang dapat mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan kapasitas generasi muda.
Bupati: Manfaatkan Peluang, Bawa Nama Baik Muba
Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima beasiswa.
Ia meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius serta menjaga nama baik Kabupaten Musi Banyuasin selama menjalani pendidikan.
“Selamat dan sukses kepada 11 Generasi Unggul Muba yang telah berhasil lulus seleksi dan meraih beasiswa non-APBD ke AKPY STIPER Yogyakarta. Jaga selalu nama baik daerah, manfaatkan peluang emas ini dengan sungguh-sungguh, dan jadilah tenaga ahli profesional di bidang perkebunan kelapa sawit yang kelak mampu membangun serta membanggakan Kabupaten Musi Banyuasin.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa beasiswa tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang terhadap kualitas generasi muda daerah.
Ini 11 Generasi Unggul Muba
Sebanyak 11 putra-putri Muba yang berhasil memperoleh beasiswa tersebut adalah:
Adra Prasetia — Plakat Tinggi, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Ahmad Dzaky Dirkholby Pasha — Babat Toman, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Fauzi Aldiyanto — Sungai Lilin, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Wikki Glen — Sungai Lilin, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Arda Zaskia R — Plakat Tinggi, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit.
Dian Br Sihombing — Sungai Lilin, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit.
Keysa Desti Anggraini — Keluang, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Laila Nurmala — Plakat Tinggi, D1 Pembibitan Kelapa Sawit.
Lukyta Amallia — Tungkal Jaya, D2 Teknik Kelapa Sawit.
Putri Anggraini — Keluang, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit.
Sukma Kania — Bayung Lencir, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit.
Keberhasilan 11 anak muda tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya di Musi Banyuasin untuk terus mengejar pendidikan dan meningkatkan kompetensi.
Sebab, di tengah persaingan dunia kerja yang semakin membutuhkan keahlian spesifik, kemampuan dan kompetensi menjadi modal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan.
Dari Musi Banyuasin menuju Yogyakarta, 11 generasi muda ini membawa satu harapan: menimba ilmu, mengasah keterampilan, dan suatu hari kembali membawa kompetensi untuk daerah.
Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Muba Maju Lebih Cepat”, melalui penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.











