Di Tengah Sunyi Desa, Mustiko Budoyo Datang Membawa Cahaya Budaya ke Selogabus

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN —Rilispublik | Malam di Desa Selogabus tampaknya tak akan berjalan biasa pada 20 Mei 2026 mendatang. Di tengah hamparan desa yang akrab dengan suara angin sawah dan kehidupan sederhana masyarakatnya, panggung Mustiko Budoyo akan hadir membawa gemuruh musik, tarian, dan denyut budaya yang perlahan mulai jarang ditemukan di era serba digital.

Bukan sekadar hiburan rakyat, pertunjukan itu seolah menjadi ruang pulang bagi kenangan masyarakat desa. Lampu panggung, irama musik, dan gerak para penari akan menyatu dengan harapan warga yang masih ingin melihat budaya tetap berdiri tegak di tanahnya sendiri. Di Selogabus, seni tidak hanya dipertontonkan, tetapi dirasakan sebagai bagian dari napas kehidupan masyarakat.

Pagelaran yang dipimpin BP Pandi Tempuran tersebut akan digelar secara langsung di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Poster kegiatan yang beredar di media sosial pun mulai ramai menarik perhatian masyarakat sekitar untuk datang dan meramaikan acara.

Agus, warga Desa Selogabus, menyampaikan bahwa kesenian rakyat memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar hiburan malam.

“Kadang yang membuat desa tetap hidup bukan hanya pembangunan jalan atau gedung, tapi juga budaya yang masih dipeluk masyarakatnya. Saat musik tradisi dimainkan dan orang-orang berkumpul tanpa memandang status, di situlah kita merasa masih punya kebersamaan. Seni seperti ini mengingatkan bahwa manusia tidak boleh kehilangan akar dan rasa,” ungkap Agus dengan penuh harap.

Ia juga menilai bahwa hadirnya panggung budaya di desa menjadi pengobat kerinduan masyarakat terhadap hiburan yang membumi dan dekat dengan kehidupan rakyat kecil.

“Anak-anak muda sekarang hidup di tengah dunia yang cepat berubah. Kalau budaya desa tidak dijaga, suatu saat mereka hanya akan mengenal tradisi lewat cerita. Karena itu, acara seperti ini penting, supaya generasi berikutnya tahu bahwa desa juga punya kekayaan jiwa dan budaya.Datang, saksikan, dan ramaikan acara ini.”
,” tambahnya.

Kehadiran Mustiko Budoyo pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar pertunjukan semalam. Di balik sorot lampu dan suara musik, ada pesan bahwa budaya rakyat akan tetap hidup selama masih ada masyarakat yang mencintai dan merawatnya bersama.

[Ghozali]

Berita Terkait

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan
Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga
Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone
Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir
IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis
Satpol PP Turun Cek Laporan Tambang Pasir Bermesin di Kalirejo, Saat Dicek Aktivitas Tak Ditemukan
Kondisi Kebersihan Pasar Sentral Palakka Memprihatinkan, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah
Golkar Kasiman Berbagi Rezeki, Ketua PK Berikan Perhatian kepada Paskibra Yatim Piatu

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:17

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:52

Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:44

Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:52

Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32

IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis

Berita Terbaru

Daerah | Lampung

IKBCI Resmi Daftarkan Diri ke Kesbangpol Lampung Utara

Selasa, 1 Sep 2026 - 18:22