Diduga Lemah Pengawasan dan Material Tak Sesuai RAB Proyek Laboratorium dan Perpustakaan MTsN 7 Indramayu Terancam Bermasalah

- Editor

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, Rilispublik – Pelaksanaan proyek pembangunan gedung Laboratorium dan Perpustakaan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Indramayu, Desa Lohbener, Kabupaten Indramayu, yang didanai APBN 2025 melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan oleh CV Rifki Anung dengan kontrak Nomor B-15717/Kw.10/Ks.01.7/08/2025 tertanggal 19 Agustus 2025 ini dengan anggaran Rp1,9 miliar diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB), mengindikasikan adanya kelalaian serius dalam pengawasan.

Kecurigaan ini menguat setelah tim media melakukan peninjauan di lokasi. Dalam kondisi pekerjaan sedang berjalan, tidak ditemukan adanya mandor atau pelaksana teknis di lapangan, hanya tersisa para pekerja harian. Ketiadaan pengawas utama di lokasi proyek vital yang bersumber dari uang negara ini menjadi alarm serius bagi kualitas bangunan.

“Kami menduga dan mencurigai material pasir yang digunakan oleh para pekerja tidak memenuhi standar spesifikasi yang tercantum dalam kontrak,” ungkap tim media di lokasi.

Jika material dasar yang digunakan tidak sesuai RAB, maka dapat dipastikan mutu dan kekuatan struktur bangunan akan tereduksi drastis.

Menurut tokoh masyarakat, Bowo, ketika pengawasan lemah atau bahkan absen dalam pelaksanaan proyek, maka “dugaan indikasi peluang untuk korupsi menjadi sangat terbuka lebar.” Hal ini menyoroti risiko penyelewengan dana dan penurunan kualitas yang disengaja, ucapnya (25 Oktober 2025)

Kekhawatiran publik pun muncul terhadap program pembangunan Kemenag Kanwil Provinsi Jawa Barat yang menggunakan APBN 2025 ini. “Dugaan saya ini seperti membawa program, ‘Bawa es batu dari Jakarta ke Indramayu, banyak netesnya’,” sindir Bowo, menganalogikan besarnya potensi kebocoran anggaran negara di tengah jalan.

Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan penerapan program pembangunan menjadi tidak maksimal dan merugikan negara serta fasilitas pendidikan. Aparat penegak hukum dan pihak Kemenag di pusat didesak untuk segera turun tangan melakukan audit fisik dan material sebelum proyek ini menjadi “gagal mutu”.
(Carikin)

Berita Terkait

Ayo Jaga Lampung, Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan
DPP GANMN Apresiasi Polda Lampung Berhasil Ungkap Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
Satresnarkoba Polres Lahat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika
Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Pelaku Ditetapkan Tersangka
wisata Air Terjun Bedegung Jadi Magnet Libur Lebaran, Pengunjung Mulai Ramai di H+2
STOP PERS | Hendra Adi Wijaya – Lampung Utara
Upacara Peringatan HUT Ke-45 PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tahun 2026 Berlangsung Khidmat di Tanjung Enim
Pengajian Akbar IGTKI-PGRI Provinsi Lampung Digelar 4 Maret 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:39 WIB

Ayo Jaga Lampung, Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

Minggu, 12 April 2026 - 22:35 WIB

DPP GANMN Apresiasi Polda Lampung Berhasil Ungkap Penyelundupan 15,7 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Jumat, 10 April 2026 - 15:57 WIB

Satresnarkoba Polres Lahat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika

Kamis, 9 April 2026 - 17:56 WIB

Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Dua Pelaku Ditetapkan Tersangka

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:59 WIB

wisata Air Terjun Bedegung Jadi Magnet Libur Lebaran, Pengunjung Mulai Ramai di H+2

Berita Terbaru

Lampung Tengah

Warga Kumpulkan Dana hingga 100 Juta, Jalan Rusak Dibangun Swadaya

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:15 WIB

Bandarlampung

Pemkkot Bandarlampung Matangkan Persiapan Porprov 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:12 WIB