Dinilai Akal-Akalan untuk Menyingkirkan Kontraktor Lokal, Lelang Proyek Bojonegoro Terapkan Syarat Mendadak

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro | Rilis Publik – Aroma praktik tak sehat kembali tercium dalam proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Unit Layanan Pengadaan (ULP) dituding menerapkan syarat-syarat teknis secara mendadak dan tidak realistis, sehingga membuat kontraktor lokal terdepak dari persaingan yang seharusnya terbuka dan adil.

 

Beberapa dokumen krusial, seperti surat dukungan keahlian, surat pabrikan, dan dukungan sarana kerja, secara rutin diunggah ke laman pengadaan pada hari Rabu, menyisakan hanya dua hari efektif Kamis dan Jumat untuk melengkapi persyaratan yang jelas-jelas membutuhkan proses administratif panjang, termasuk dari luar daerah.

 

“Seolah-olah ini memang disengaja untuk menjegal kami. Bagaimana mungkin kami bisa mengurus surat dari pabrikan atau lembaga ahli dalam dua hari kerja” Keluh seorang kontraktor lokal.

 

Dugaan permainan sistem ini semakin menguat dengan munculnya informasi bahwa beberapa peserta tender telah mengetahui terlebih dahulu dokumen dan syarat yang akan dipersyaratkan, bahkan sebelum diumumkan ke publik secara resmi. Situasi ini dinilai sebagai bentuk kebocoran informasi dan pelanggaran berat terhadap prinsip transparansi lelang.

 

“Ini bukan lagi soal kompetensi, ini soal sistem yang sudah dimiringkan. Kami disuruh bertanding dalam kondisi yang sudah tidak setara,” tambah penyedia jasa lokal lain yang enggan disebutkan namanya.

 

Tidak sedikit yang menduga bahwa pola seperti ini sengaja didesain untuk mengamankan proyek bagi kelompok rekanan tertentu—mereka yang berani bermain fee awal, memiliki koneksi ke dalam sistem, atau bahkan ikut mengatur pola distribusi tender sejak sebelum diumumkan.

 

Alih-alih membuka peluang partisipasi untuk pelaku usaha lokal dan putra daerah, proses tender proyek di Bojonegoro justru disinyalir menjadi lahan eksklusif bagi yang punya akses dan uang suap. Proyek rakyat dikooptasi oleh segelintir elite, menjadikan ULP dan pengadaan barang dan jasa sebagai panggung tertutup, bukan ajang transparansi.

 

“ULP Bojonegoro dan APIP wajib bertindak cepat. Jangan cuma tayang di situs, tapi periksa prosesnya! Evaluasi pola, audit mekanisme, dan buka data siapa yang selalu menang,” desak salah satu kontraktor.

 

Hingga berita ini diturunkan, ULP dan Inspektorat Bojonegoro belum memberikan konfirmasi resmi atas dugaan pola manipulatif tersebut. Sorotan publik pun kian tajam, menanti jawaban atas pertanyaan yang makin nyaring.

 

[Red]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru