Buay Madang, Rilis Publik — Kekhawatiran terhadap dampak negatif perkembangan digital terhadap perilaku anak-anak mendorong Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) KUA Buay Madang menggelar kegiatan pembinaan karakter di MI NU Tebat Jaya, Kecamatan Buay Madang, Selasa (13/05/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 siswa tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan memiliki karakter kuat di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial yang kini semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh agama KUA Buay Madang hadir sebagai pemateri, yakni M. Luthfi, S.Pd.I, Erpani, S.Pd, Sukarni Harnani, S.Pd, Ahmad Syairozi, S.Pd.I, dan Sutriyah, S.Pd. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, membiasakan perilaku baik, serta bijak dalam menggunakan gadget dan media digital.
Kepala KUA Buay Madang yang diwakili M. Luthfi, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan anak-anak saat ini tidak hanya datang dari lingkungan pergaulan, tetapi juga dari dunia digital yang bebas tanpa batas.
“Anak-anak sekarang hidup di era yang penuh kemudahan teknologi. Namun jika tidak dibarengi pendidikan agama dan karakter, teknologi justru bisa menjadi ancaman bagi masa depan mereka. Karena itu, pembinaan seperti ini penting agar anak-anak memiliki benteng moral sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat dan sekolah sebagai penguat nilai-nilai akhlak serta pembentuk karakter generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Kepala MI NU Tebat Jaya, Hendra Wijaya, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pokjaluh KUA Buay Madang yang telah memberikan perhatian terhadap pendidikan karakter siswa di sekolahnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena anak-anak hari ini membutuhkan pembinaan akhlak yang kuat. Tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi mereka juga harus memiliki sopan santun, adab, dan karakter yang baik agar tidak mudah terpengaruh hal negatif,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, motivasi, hingga tanya jawab bersama para penyuluh agama. Suasana penuh keakraban terlihat ketika para pemateri mengajak siswa memahami pentingnya menjadi anak yang baik, taat, dan berbakti kepada orang tua serta guru. Melalui kegiatan tersebut, Pokjaluh KUA Buay Madang berharap sinergi antara sekolah dan penyuluh agama dapat terus berjalan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, beriman, dan mampu menghadapi era digital dengan karakter yang kuat
Rilis(Apri)









