Golkar Bojonegoro Terancam Integritasnya Akibat Praktik Politik Kotor

Rabu, 23 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro | Rilis Publik – Proses penjaringan calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro diduga kuat dinodai praktik manipulatif dan tidak etis. Di balik slogan partai yang mengusung nilai demokrasi, justru terungkap indikasi adanya permainan politik tertutup yang mencederai mekanisme partai secara internal.

Sebut saja Fahmi (bukan nama sebenarnya) kader Golkar memaparkan, sebanyak 25 pengurus tingkat kecamatan dikabarkan telah menandatangani surat pernyataan dukungan kepada satu nama calon, dengan isi pernyataan yang mengikat secara sepihak, dengan pernyataan tidak akan mencabut dukungan dan tidak akan memberikan dukungan kepada calon lain. Yang mengagetkan, dukungan itu disertai materai, stempel, serta dugaan pemberian tips uang sebesar Rp5 juta kepada masing-masing pengurus.

Lebih jauh, lanjut Fahmi, proses penandatanganan itu tak dilakukan melalui mekanisme rapat resmi atau forum musyawarah partai. Bahkan disebutkan bahwa para pengurus kecamatan tidak membawa stempel masing-masing, karena stempel tersebut sudah disediakan oleh pihak pemohon dukungan. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya skenario yang telah disiapkan secara sistematis untuk menggiring dukungan ke satu calon tertentu.

“Tak hanya cacat prosedural, praktik tersebut juga bertentangan dengan prinsip etika organisasi. Sebab, dukungan personal terhadap calon seharusnya muncul dari hasil konsolidasi dan dialog internal, bukan melalui imbalan atau kesepakatan gelap” Jelasnya.

Tertampung juga informasi yang mengabarkan, bahwa beberapa pengurus dari Kecamatan, yakni Trucuk dan Purwosari disebut tak hadir dalam pertemuan, namun jika nama-nama mereka tetap tercantum sebagai pendukung. Ini mengindikasikan adanya pemalsuan atau manipulasi dukungan yang patut diusut lebih lanjut.

Secara aturan partai, untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar, seorang kader wajib memperoleh dukungan minimal 30% dari total suara, yakni 13 suara dari total 33 suara. Namun, pencapaian ambang batas tersebut tidak serta-merta menjadikan calon tunggal yang harus diaklamasi. Aklamasi hanya bisa dilakukan jika 100% dukungan diberikan dan melalui forum pleno resmi yang dituangkan dalam berita acara, lanjut Fahmi.

“Sebagai kader Golkar, kita sangat menyayangkan langkah penjaringan yang tidak dilakukan secara terbuka dan profesional, Golkar punya kantor, punya struktur sekretariat, kenapa dukungan dilakukan sembunyi-sembunyi? Bahkan di luar jam kerja? Ini melecehkan tradisi organisasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, diharapkan agar pengurus harian DPD Golkar Bojonegoro bersikap tegas dan terbuka, bukan malah membiarkan atau bahkan turut serta dalam praktik yang berpotensi mencederai integritas partai, intervensi sepihak, ikatan kontrak dukungan, dan distribusi uang tunai adalah tindakan yang menyesatkan arah regenerasi kepemimpinan partai.

“Jika praktik ini benar terjadi dan dibiarkan, maka DPD Golkar Bojonegoro bukan sedang memilih pemimpin, tetapi sedang mengukuhkan rezim politik internal yang tertutup, elitis, dan jauh dari semangat kekaryaan” Pungkasnya.
Bersambung…

[Red]

Berita Terkait

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan
Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi
Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual
Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo
Sebut PUPR Sangat Tanggap, Walkot LIRA Banda Aceh Apresiasi Kinerja Rulli Syahreza
khusyuk! Ziarah Kubro Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Sendangbaru
Negri Agung United Raih Juara Pertama, Camat Hepi Haryanto Apresiasi Semangat Tim

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:46

Polsek Kotabumi Kota Ungkap Kasus Pencurian Speaker SDN 02 Gapura, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:33

Jejak Fakta Berbicara Arena Sabung Ayam di Desa Tumu Kini Sepi, Kabiro Rilis publik Tegaskan Jurnalisme Harus Berbasis Verifikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:04

Oknum ASN Pringsewu Edy Ferdiansyah Dilaporkan ke Polda Lampung Dugaan Kekerasan Seksual

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:05

Dari Kampus untuk Sawah, KKN-TK UNIGORO Kelompok 12 Hadirkan Inovasi Pengusir Tikus Tenaga Surya sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:41

Mahasiswa KKN-TK Kelompok 08 Unigoro Bangun Rumah Budidaya Jamur dari Bongkol Jagung, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberbendo

Berita Terbaru