Bandar Lampung – Setelah menuai berbagai kritik tajam dan memicu aksi demo dari para petani terkait anjloknya harga singkong, Pj Gubernur Lampung, akhirnya mengambil langkah berani untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya gerak cepat kumpulkan seluruh pengusaha yang bergerak di bidang pengelolaan tapioka atas tuntutan para petani singkong di hampir seluruh penjuru Provinsi Lampung.
Sebelumnya, Samsudin sempat memilih kebijakan yang lebih aman dengan menetapkan harga singkong Rp 900 per kilogram berdasarkan kesepakatan tahun 2021.
Namun, seiring berlanjutnya masalah harga yang tidak stabil, Pj Gubernur memutuskan untuk mengundang pimpinan perusahaan tapioka guna mencari solusi terbaik.
Pj Gubernur Samsudin melalui surat penting bernomor 500.6.11. 1/6827/V.21/2024, yang ditandatangani oleh Pj Sekdaprov Lampung, Fredy SM, mengundang 29 perusahaan tapioka di Lampung untuk hadir dalam pertemuan yang digelar hari ini, Senin, 23 Desember 2024, pukul 14.00 WIB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.
Dalam pertemuan ini, Samsudin akan memimpin langsung diskusi untuk mencari solusi bersama mengenai harga singkong yang sedang mengalami penurunan drastis.
Daftar 29 perusahaan tapioka yang diundang dalam pertemuan tersebut meliputi nama-nama besar seperti PT Budi Starch and Sweetener Tbk Grup, PT Sinar Pemalang Mulia, PT Umas Jaya Agrotama, hingga PT Candra Wijaya.
Selain itu, pemerintah kabupaten/kota dan wakil petani juga diundang untuk turut serta dalam pertemuan ini.
Beberapa Kepala Dinas yang mewakili daerah-daerah penghasil singkong, seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan lainnya, akan hadir dalam pertemuan untuk memberikan pandangan serta menyuarakan kepentingan petani.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi titik terang dalam menyelesaikan permasalahan harga singkong yang meresahkan petani di berbagai daerah di Lampung. (dbs)









