Muara Enim, Rilis Publik – Ketua DPC FRIC (Fast Respon Indonesia Center) Kabupaten Muara Enim, Dapid KBR, menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh jajaran anggota FRIC di wilayah Kabupaten Muara Enim serta masyarakat luas agar tidak mudah mempercayai berbagai informasi, foto, maupun video yang beredar di media sosial yang menyudutkan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Dalam keterangannya, Dapid KBR menegaskan bahwa saat ini marak beredar berbagai konten di media sosial berupa foto, video, maupun narasi berita yang belum tentu kebenarannya. Bahkan, tidak sedikit informasi yang sengaja dibuat untuk menggiring opini publik melalui rekayasa digital, editan gambar, maupun manipulasi video dengan teknologi tertentu.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh jajaran FRIC Kabupaten Muara Enim agar selalu berhati-hati dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Saya mengimbau kepada seluruh jajaran FRIC Kabupaten Muara Enim agar tidak langsung percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang menyangkut institusi Polri. Foto, video, maupun kabar berita yang beredar belum tentu benar adanya dan bisa saja merupakan hasil editan atau rekayasa dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Dapid KBR.
Dapid juga menegaskan bahwa FRIC merupakan organisasi yang berkomitmen pada semangat Presisi bersama Polri, selalu bersinergi, dan mendukung tugas-tugas Kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota FRIC diharapkan mampu menjaga sikap, perilaku, serta cara menyikapi informasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, sebagai mitra strategis Polri, seluruh anggota FRIC harus mampu menjaga marwah dan kehormatan institusi kepolisian, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya yang dapat merugikan nama baik Polri.
“FRIC adalah organisasi yang selaras dengan Polri. Maka dari itu, seluruh jajaran FRIC harus selalu menjaga marwah Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar dan justru merugikan institusi kepolisian yang selama ini kita dukung,” ujarnya.
Selain kepada jajaran FRIC, imbauan tersebut juga ditujukan kepada masyarakat luas, khususnya warga di wilayah Kabupaten Muara Enim, agar lebih bijak dalam menilai setiap informasi yang beredar di media sosial.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar menilai dengan bijak setiap penyebaran foto, video, maupun berita yang beredar. Jangan langsung percaya sebelum mengetahui kebenaran dan sumber informasi yang jelas,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa penyebaran berita hoaks dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, merusak reputasi lembaga, serta berpotensi memecah belah persatuan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
DPC FRIC Kabupaten Muara Enim menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.
Di akhir pernyataannya, Dapid KBR kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Muara Enim dengan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi.
“Mari kita jaga bersama kondusivitas wilayah Kabupaten Muara Enim. Gunakan media sosial secara bijak dan selalu cek kebenaran informasi sebelum membagikannya. Dengan begitu, kita turut menjaga marwah institusi dan persatuan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
DPC FRIC Kabupaten Muara Enim berharap melalui imbauan ini, masyarakat dapat lebih cerdas dalam menerima informasi serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. FRIC Muara Enim










