Lampung, Rilis Publik – Ketua Integrity Media Forum (IMF), Indra Segalo Galo, menyoroti besarnya anggaran perjalanan dinas di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung yang disebut mencapai Rp5.022.862.000 sepanjang tahun 2025.
Menurut Indra, angka tersebut menimbulkan pertanyaan publik karena jika dirata-ratakan nilainya bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari. Ia menilai penggunaan anggaran sebesar itu perlu dijelaskan secara transparan kepada masyarakat.
“Anggaran perjalanan dinas sampai miliaran rupiah tentu menjadi perhatian publik. Apalagi jika dirata-ratakan bisa mencapai sekitar Rp13 juta per hari. Ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” ujar Indra, minggu.Ia mengatakan sektor kesehatan merupakan salah satu sektor prioritas yang anggarannya bersumber dari dana publik, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Indra juga meminta agar lembaga pengawas internal pemerintah seperti Inspektorat Provinsi Lampung maupun lembaga pengawasan lainnya melakukan pemeriksaan untuk memastikan penggunaan anggaran tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.“Perlu dikonfirmasi juga apakah besaran biaya perjalanan dinas tersebut masih sesuai dengan standar biaya yang diatur pemerintah.
Selain itu, perlu dicek apakah Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dibuat benar-benar sesuai dengan dokumen perencanaan anggaran yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA),” tegasnya.Menurutnya, jika pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan sesuai aturan, maka tidak akan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Namun jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.Indra menegaskan bahwa sorotan ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar penggunaan anggaran daerah benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini bentuk kepedulian terhadap tata kelola anggaran publik.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana uang daerah digunakan, terlebih di sektor kesehatan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung guna memperoleh penjelasan resmi terkait penggunaan anggaran perjalanan dinas tersebut.
Namun sayang kepala dinas selalu dikatakan tidak pernah ada ditempat (kantor).









