Halal Tak Boleh Rumit: DPR RI Dorong Unigoro Jadi Motor Sertifikasi UMKM

- Editor

Kamis, 23 April 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO —Rilispublik | Dorongan penguatan industri halal kini mengarah lebih konkret ke daerah. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menggagas pembentukan Lembaga Penjamin Halal (LPH) atau Halal Center di Universitas Bojonegoro (Unigoro). Langkah ini ditujukan untuk memangkas kerumitan akses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM sekaligus menghadirkan kampus sebagai pusat solusi, bukan sekadar ruang teori.

 

Gagasan ini membawa pesan tegas: sertifikasi halal tidak boleh menjadi beban administratif yang menjauhkan pelaku usaha kecil dari pasar. Dengan hadirnya Halal Center di lingkungan kampus, proses yang selama ini dianggap rumit diharapkan berubah menjadi lebih cepat, mudah, dan terjangkau—langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

Dalam forum Diseminasi Layanan BLU dan Akreditasi Lembaga dalam Jaminan Produk Halal di Hall Suyitno Unigoro, Kamis (23/4/26), Abidin menegaskan bahwa Halal Center juga akan menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN dan pemberdayaan berbasis kampus.

 

Mahasiswa akan dilibatkan sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Mereka akan dibekali kemampuan untuk mendampingi UMKM, mulai dari pengurusan dokumen, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga edukasi manfaat sertifikasi bagi peningkatan daya saing usaha.

 

“Program ini gratis karena dibiayai APBN. Mahasiswa yang terlibat juga akan mendapatkan insentif,” ujar Abidin.

 

Dari sisi regulator, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Abdul Syakur, menekankan bahwa Halal Center di kampus menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus melindungi konsumen dari peredaran produk yang tidak memenuhi standar.

 

“Kewajiban halal adalah bentuk perlindungan dan kepastian hukum. Ini bukan hanya soal agama, tetapi juga kualitas dan kepercayaan pasar,” tegasnya.

 

Rektor Universitas Bojonegoro, Tri Astuti Handayani, menyatakan kesiapan kampusnya untuk mengambil peran strategis tersebut. Menurutnya, Halal Center akan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian yang nyata bagi mahasiswa.

 

Dengan langkah ini, Unigoro tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga berpotensi menjelma sebagai pusat penggerak ekosistem halal yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Bojonegoro.

 

[Ahmad]

Berita Terkait

Tak Mau Dibohongi Angka, IMM Bojonegoro Turun Menguji Program Gayatri di Lapangan
Pasar Lokal Dikuasai Produk Luar, UMKM Tahu-Tempe Bojonegoro Tersisih: Di Mana Keberpihakan Pemkab?
Di Tengah Krisis Global, Energi Indonesia Justru Tangguh,Golkar Bojonegoro Angkat Bicara
Seleksi Direksi Perumda Disorot, Teras Center Nusantara Desak Klarifikasi Terbuka
Gayatri Disorot,Klaim Pendapatan Naik, Realitas Lapangan Dipertanyakan
​Sinergi Semangat Kartini, Mitro’atin Kawal Masa Depan ‘Teknisi Cilik’ Bojonegoro
Portal Jembatan Glendeng Dibuka Tanpa Kendali, Nyawa Dipertaruhkan
Ketika Tangan Muda Menaklukkan Mesin,Detik-Detik Menegangkan Jelang Balap Robot di Unigoro

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:14 WIB

Tak Mau Dibohongi Angka, IMM Bojonegoro Turun Menguji Program Gayatri di Lapangan

Kamis, 23 April 2026 - 16:13 WIB

Halal Tak Boleh Rumit: DPR RI Dorong Unigoro Jadi Motor Sertifikasi UMKM

Kamis, 23 April 2026 - 12:09 WIB

Pasar Lokal Dikuasai Produk Luar, UMKM Tahu-Tempe Bojonegoro Tersisih: Di Mana Keberpihakan Pemkab?

Kamis, 23 April 2026 - 09:50 WIB

Di Tengah Krisis Global, Energi Indonesia Justru Tangguh,Golkar Bojonegoro Angkat Bicara

Rabu, 22 April 2026 - 19:16 WIB

Seleksi Direksi Perumda Disorot, Teras Center Nusantara Desak Klarifikasi Terbuka

Berita Terbaru