BOJONEGORO –Rilispublik | Di saat banyak negara menghadapi tekanan berat akibat krisis energi global, Indonesia justru mencatatkan capaian yang berbanding terbalik. Laporan terbaru dari JPMorgan Chase menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ketahanan energi terkuat di dunia. Capaian ini bukan hanya menjadi catatan statistik, tetapi juga sinyal bahwa fondasi energi nasional mampu bertahan di tengah gejolak geopolitik dan lonjakan harga energi global.
Kekuatan tersebut ditopang oleh optimalisasi sumber daya dalam negeri seperti batu bara dan gas alam yang berperan sebagai bantalan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Berbeda dengan negara seperti Singapura dan Jepang yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di tingkat masyarakat.
Kebijakan subsidi yang terukur serta penerapan Domestic Market Obligation (DMO) turut menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli di tengah tekanan global.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintah pusat.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya tepat, tetapi juga mampu menjawab tantangan global. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto beserta Kabinet Merah Putih,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menilai peran kementerian teknis sangat menentukan dalam menjaga stabilitas sektor energi nasional.
“Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto patut diapresiasi. Sinergi kebijakan yang dibangun terbukti mampu memperkuat ketahanan energi kita,” tambahnya.
Meski demikian, laporan tersebut juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi, terutama terkait penurunan produksi minyak dalam negeri yang berpotensi memengaruhi ketahanan energi jangka panjang.
Ke depan, penguatan hilirisasi, peningkatan eksplorasi sumber energi, serta percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tetap memiliki daya tahan dalam menghadapi dinamika energi global.
[Ahmad]









