Di Tengah Krisis Global, Energi Indonesia Justru Tangguh,Golkar Bojonegoro Angkat Bicara

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO –Rilispublik | Di saat banyak negara menghadapi tekanan berat akibat krisis energi global, Indonesia justru mencatatkan capaian yang berbanding terbalik. Laporan terbaru dari JPMorgan Chase menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ketahanan energi terkuat di dunia. Capaian ini bukan hanya menjadi catatan statistik, tetapi juga sinyal bahwa fondasi energi nasional mampu bertahan di tengah gejolak geopolitik dan lonjakan harga energi global.

Kekuatan tersebut ditopang oleh optimalisasi sumber daya dalam negeri seperti batu bara dan gas alam yang berperan sebagai bantalan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Berbeda dengan negara seperti Singapura dan Jepang yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di tingkat masyarakat.
Kebijakan subsidi yang terukur serta penerapan Domestic Market Obligation (DMO) turut menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli di tengah tekanan global.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintah pusat.

“Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya tepat, tetapi juga mampu menjawab tantangan global. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto beserta Kabinet Merah Putih,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menilai peran kementerian teknis sangat menentukan dalam menjaga stabilitas sektor energi nasional.

“Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto patut diapresiasi. Sinergi kebijakan yang dibangun terbukti mampu memperkuat ketahanan energi kita,” tambahnya.

Meski demikian, laporan tersebut juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi, terutama terkait penurunan produksi minyak dalam negeri yang berpotensi memengaruhi ketahanan energi jangka panjang.

Ke depan, penguatan hilirisasi, peningkatan eksplorasi sumber energi, serta percepatan transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tetap memiliki daya tahan dalam menghadapi dinamika energi global.

[Ahmad]

Berita Terkait

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan
Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga
Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone
Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir
IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis
Satpol PP Turun Cek Laporan Tambang Pasir Bermesin di Kalirejo, Saat Dicek Aktivitas Tak Ditemukan
Kondisi Kebersihan Pasar Sentral Palakka Memprihatinkan, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah
Golkar Kasiman Berbagi Rezeki, Ketua PK Berikan Perhatian kepada Paskibra Yatim Piatu

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:17

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:52

Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:44

Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:52

Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32

IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis

Berita Terbaru

Provinsi Lampung

Pemprov Lampung Siapkan Dukungan Anggaran untuk Porprov ke-10

Kamis, 3 Sep 2026 - 20:11