Portal Jembatan Glendeng Dibuka Tanpa Kendali, Nyawa Dipertaruhkan

Selasa, 21 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO // RilisPublik  – Pembukaan portal Jembatan Glendeng seharusnya menjadi jawaban atas kebutuhan akses, namun yang terjadi justru sebaliknya, kekacauan tanpa kendali. Tanpa sistem pengawasan yang jelas dan tanpa batasan yang tegas, arus kendaraan mengalir liar bak tanpa aturan. Negara seolah menghilang di titik paling krusial, saat keselamatan publik seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Lebih dari sekadar persoalan teknis, kondisi ini menjelma ancaman nyata. Kendaraan bertonase besar bebas melintas tanpa kontrol, menghantam struktur jembatan yang tidak dirancang menanggung beban tanpa batas. Ini bukan lagi kelalaian administratif,ini adalah perjudian terbuka atas keselamatan masyarakat. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kerusakan fatal hanya tinggal menunggu waktu.

Truk-truk besar melaju tanpa pengaturan, memicu kemacetan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Ironisnya, di tengah situasi genting ini, tidak terlihat adanya rekayasa lalu lintas maupun pembatasan tonase yang seharusnya menjadi langkah dasar dari pihak berwenang.

Kondisi ini menunjukkan kegagalan terang-terangan dalam tata kelola infrastruktur publik.Pembukaan portal tanpa kesiapan teknis dan tanpa pengawasan ketat adalah bentuk kebijakan yang serampangan dan minim tanggung jawab. Alih-alih menyelesaikan persoalan, langkah ini justru membuka ruang risiko yang lebih besar bagi masyarakat.

Mulyo Utomo, S.Sos., penggiat sosial sekaligus warga Bojonegoro yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi ini.

“Ini jelas pembiaran yang berbahaya. Pemerintah seperti menutup mata saat kendaraan bertonase besar dibiarkan melintas tanpa kontrol. Kalau sampai terjadi kerusakan atau kecelakaan, itu bukan lagi musibah,itu akibat dari kelalaian yang disengaja. Jangan tunggu korban jatuh baru bergerak, itu namanya gagal melindungi rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan publik. Menurutnya, langkah preventif seperti pembatasan tonase dan pengawasan ketat seharusnya sudah diterapkan sejak awal, bukan setelah risiko semakin membesar.

Desakan pun menguat. Pemerintah daerah diminta segera bertindak konkret, menerapkan pembatasan tonase, memperketat pengawasan, serta melakukan rekayasa lalu lintas berbasis kajian teknis yang terukur. Tanpa itu, kebijakan ini hanya akan menjadi eksperimen berbahaya yang risikonya ditanggung masyarakat.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dibukanya Jembatan Glendeng dengan paksa bukanlah solusi, melainkan awal dari krisis keselamatan yang diciptakan oleh kelalaian itu sendiri.
[Ahmad]

Berita Terkait

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan
Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga
Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone
Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir
IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis
Satpol PP Turun Cek Laporan Tambang Pasir Bermesin di Kalirejo, Saat Dicek Aktivitas Tak Ditemukan
Kondisi Kebersihan Pasar Sentral Palakka Memprihatinkan, Warga Harapkan Kepedulian Pemerintah
Golkar Kasiman Berbagi Rezeki, Ketua PK Berikan Perhatian kepada Paskibra Yatim Piatu

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:17

Ruang Tumbuh Part 11, Saat Remaja Belajar Menjaga Masa Depan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:52

Di Balik Proyek Strategis Bendungan Karangnongko, KTH Margo Tani Menagih Kejelasan Hak Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:44

Pastikan Distribusi Lancar, Aparat Gabungan Pantau Penyaluran BBM di SPBU Labuaja Kabupaten Bone

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:52

Pengamanan BBM di SPBU Tokaseng, Sejumlah Unsur Pemerintah dan Aparatur Turut Hadir

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32

IPAL SPPG Batokan Jadi Sorotan, Kepatuhan Lingkungan Didorong Berbasis Verifikasi Teknis

Berita Terbaru