Bojonegoro //Rilispublik — Ruang Narasi IMM Bojonegoro memilih keluar dari zona nyaman. Mereka tidak lagi percaya sepenuhnya pada laporan kertas yang rapi dan angka-angka yang terdengar meyakinkan. Melalui survei berbasis indikator, IMM turun langsung ke masyarakat untuk menguji apakah Program Gayatri benar-benar bekerja atau hanya terlihat berhasil di atas meja.
Langkah ini menjadi tamparan halus namun tegas bagi pola evaluasi kebijakan yang selama ini cenderung elitis. IMM melihat ada potensi jarak antara klaim keberhasilan program dengan kenyataan yang dirasakan warga. Karena itu, mereka menghadirkan pendekatan berbasis data riil,menggali langsung suara masyarakat sebagai tolok ukur utama, bukan sekadar narasi administratif.
Koordinator Ruang Narasi IMM, Donny Tri Mahardika, menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk keberpihakan pada publik.
“Program publik tidak boleh hanya tampak berhasil di dokumen, tapi kosong dalam kenyataan. Kami ingin memastikan Program Gayatri benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, survei ini mengangkat sejumlah indikator penting seperti dampak ekonomi, ketepatan sasaran, keberlanjutan program, hingga tingkat kepuasan masyarakat. IMM berupaya membedah program secara menyeluruh agar hasil evaluasi tidak bias dan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.
Donny menambahkan, gerakan ini bukan sekadar kritik tanpa arah, melainkan bentuk kontrol sosial yang konstruktif.
“Kami tidak sedang melawan, kami sedang mengingatkan. Pemerintah harus siap diuji. Kritik adalah vitamin bagi kebijakan, bukan ancaman,” tegasnya.
IMM juga mengajak masyarakat untuk berani bersuara melalui survei yang telah disebarkan. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci agar kebijakan tidak berjalan sepihak tanpa pengawasan.
Hasil survei tersebut rencananya akan dipublikasikan secara terbuka sebagai bentuk transparansi sekaligus rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan menyempurnakan Program Gayatri.
Di tengah riuhnya klaim keberhasilan, langkah ini menjadi pesan kuat,ukuran keberhasilan bukan pada laporan yang disusun, melainkan pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
[Red]









