Lampung (Rilis Publik) – Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Provinsi Lampung, M. Ali, memberikan apresiasi kepada sejumlah penyuluh agama yang dinilai aktif berdakwah di media sosial serta konsisten mengikuti kajian Ramadan. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal Pokjaluh di kawasan Lengkung Langit, Bandar Lampung, Rabu (30/4/2025), sebagai bentuk pengakuan atas semangat dakwah yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Penyuluh agama saat ini harus mampu bertransformasi, tidak hanya berdakwah secara konvensional, tetapi juga hadir di ruang digital yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat,” ujar M. Ali.
Tiga nama disebut sebagai penyuluh yang aktif berdakwah di media sosial dan mendukung penguatan jaringan dakwah digital melalui interaksi pada akun resmi Pokjaluh Provinsi Lampung. Mereka adalah Hj. Ratnawiyah dari Kabupaten Tanggamus, Nur Wahidah dari Kabupaten Way Kanan, dan Nur Muhammad dari Kabupaten Mesuji.
Ketiganya dinilai konsisten menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan moderat melalui konten digital yang mudah diakses masyarakat. Kehadiran mereka dinilai turut memperkuat peran penyuluh sebagai jembatan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.
Selain itu, Pokjaluh juga memberikan penghargaan kepada tiga penyuluh yang aktif mengikuti kajian Ramadan daring. Mereka adalah Khoirudin dari Mesuji, Andre dari Tanggamus, dan Oksi Juniardi dari Way Kanan. Kajian yang diselenggarakan selama bulan suci tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dan membahas topik-topik aktual, mulai dari fikih puasa hingga etika dakwah digital.
“Partisipasi mereka menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjaga semangat pembinaan umat selama bulan Ramadan. Ini menjadi contoh baik yang patut diapresiasi,” kata M. Ali.
Apresiasi ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya Pokjaluh untuk membangun ekosistem dakwah yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat, tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip keagamaan yang menyejukkan.
“Penyuluh hari ini adalah duta moderasi beragama. Mereka tidak hanya berdiri di masjid atau majelis taklim, tapi juga hadir di layar ponsel masyarakat dengan pesan-pesan yang mencerahkan,” ujar M. Ali. (*)









